ASPOST.ID- Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe menerima bantuan dana pemulihan pasca bencana banjir dan longsor mencapai lebih dari Rp9 miliar. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta sejumlah pemerintah daerah di Indonesia sebagai wujud solidaritas lintas daerah terhadap musibah yang melanda Kota Lhokseumawe.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, didampingi Wakil Wali Kota Husaini, Asisten I M. Maxalmina, dan Asisten III Setdako Lhokseumawe Sayed Alam Zulfikar, menyampaikan hal tersebut kepada awak media dalam kegiatan coffee morning yang digelar di Aula Setdako Lhokseumawe, Jumat (9/1).

Sayuti menjelaskan, bantuan terbesar bersumber dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebesar Rp4 miliar. Selain itu, Pemerintah Provinsi Aceh mengalokasikan dana Rp500 juta, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan senilai Rp3 miliar.

“Untuk bantuan dari Gubernur DKI Jakarta sebesar Rp3 miliar ini, kemungkinan Lhokseumawe menjadi satu-satunya daerah yang menerimanya,” ujar Sayuti.

Tak hanya itu, Pemko Lhokseumawe juga memperoleh dukungan dari sejumlah pemerintah daerah lainnya, yakni Pemerintah Kota Surabaya sebesar Rp1,5 miliar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp350 juta, serta Pemerintah Kabupaten Lahat sebesar Rp300 juta.

Menurut Sayuti, seluruh dana bantuan tersebut akan difokuskan untuk pemulihan infrastruktur pascabencana, khususnya normalisasi sungai dan perbaikan drainase yang mengalami pendangkalan serta penyumbatan. Langkah ini dinilai krusial guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

“Prioritas penggunaan anggaran ini adalah penanganan banjir, normalisasi alur sungai, perbaikan drainase, dan kebutuhan mendesak lainnya yang berkaitan langsung dengan dampak banjir dan longsor,” tegasnya.

Terkait banjir yang kerap melanda Kecamatan Banda Sakti, Sayuti mengungkapkan bahwa tiga unit pompa air yang berfungsi mengalirkan air ke waduk saat ini mengalami kerusakan berat. Kerusakan tersebut terjadi akibat pemakaian berlebih saat memompa air dalam volume besar.

“Pada saat banjir November 2025, setelah hujan berhenti, genangan air di Banda Sakti cepat surut karena dipompa ke waduk. Namun karena mesin bekerja ekstra, pompa mengalami kerusakan parah hingga meledak,” jelasnya.

Pemko Lhokseumawe, lanjut Sayuti, berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan serta penguatan sistem pengendalian banjir sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana bantuan akan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.

“Atas nama Pemerintah Kota Lhokseumawe, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat serta seluruh daerah yang telah menunjukkan kepedulian dan solidaritas. Dukungan ini sangat berarti dalam mempercepat pemulihan dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana,”terangnya. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version