ASPOST.ID- Derap langkah di apron bandara Malikussaleh Aceh Utara menandai berakhirnya kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming ke Aceh. Di bawah pengamanan ketat aparat gabungan, Wakil Presiden berjalan menuju pesawat didampingi Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menutup rangkaian agenda kemanusiaan yang difokuskan pada penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh, pada Kamis (6/8).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit pasca bencana. Selama berada di Aceh, Wakil Presiden meninjau langsung kondisi kawasan terdampak banjir, melihat kerusakan infrastruktur, berdialog dengan pemerintah daerah, serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat, rehabilitasi, hingga pemulihan ekonomi masyarakat berjalan secara terpadu.
Meski Kabupaten Aceh Utara tidak masuk dalam lokasi kunjungan, kehadiran Wakil Presiden yang menggunakan Bandara Malikussaleh sebagai titik keberangkatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat terkait berbagai persoalan yang juga dihadapi Aceh Utara akibat bencana hidrometeorologi, mulai dari kerusakan infrastruktur, terganggunya akses transportasi, hingga dampak terhadap sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.
Di penghujung kunjungan, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang yang juga eks Pejuang Aceh Merdeka ini mengantar langsung keberangkatan Wakil Presiden di bandara. Momen sederhana itu menggambarkan eratnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat mendapat perhatian serius.
Suasana di apron bandara berlangsung tertib. Aparat TNI, Polri, petugas bandara, dan unsur pengamanan lainnya bersiaga mengawal seluruh rangkaian keberangkatan. Di tengah aktivitas operasional bandara yang tetap berjalan normal, rombongan bergerak menuju pesawat dengan pengamanan berlapis, menandai berakhirnya agenda kunjungan yang menyita perhatian publik Aceh.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan menjadi titik awal percepatan berbagai program pemulihan pascabanjir. Pemerintah daerah Aceh Utara berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera diwujudkan dalam bentuk rehabilitasi infrastruktur, normalisasi sungai, pembangunan tanggul pengendali banjir, pemulihan rumah warga terdampak, hingga bantuan bagi sektor pertanian dan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Bagi warga Aceh, khususnya masyarakat yang terdampak banjir, kehadiran Wakil Presiden memberikan pesan bahwa persoalan yang mereka hadapi tidak luput dari perhatian pemerintah. Harapan terbesar kini tertuju pada realisasi berbagai langkah strategis agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal dan roda perekonomian daerah kembali bergerak. (*)

