ASPOST.ID- Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Kabupaten Aceh Utara tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya dan sejarah. Momentum delapan abad kejayaan Samudera Pasai juga diwarnai aksi kepedulian sosial melalui penyaluran santunan bagi 800 anak yatim.
Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, bersamaKetua Panitia Milad Samudera Pasai ke-800 M. Jhony, S.H., Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Aceh Utara Fakhruradhi, S.H., M.H., perwakilan anggota DPRK Aceh Utara serta unsur terkait lainnya.
Santunan tersebut dikemas dalam paket berwarna merah dengan logo Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, foto Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, serta identitas Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara dengan tagline “#SELALU ADA”.
Penyerahan berlangsung di tengah rangkaian Majelis Haflah Al-Qur’an dan Seulaweut di Pelataran Kantor Bupati di Landing, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (10/9/2026) malam. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di lokasi kegiatan semakin memperkuat suasana religius malam keempat peringatan Milad Samudera Pasai ke-800.
Ribuan masyarakat memadati kawasan acara. Mereka tidak hanya datang untuk menyaksikan penampilan para qari, tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam peringatan sejarah Samudera Pasai sebagai salah satu kerajaan Islam berpengaruh di Nusantara.
Bupati Aceh Utara hadir bersama Ketua Panitia Milad Samudera Pasai ke-800 M. Jhony, S.H., unsur Forkopimda, para ulama, tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan.
Sebelum menuju panggung utama, Ayah Wa terlebih dahulu meninjau sejumlah stan yang berada di kawasan kegiatan. Stan-stan tersebut menampilkan produk UMKM, layanan publik, karya dan inovasi instansi pemerintah, lembaga pendidikan serta komunitas masyarakat.
Di sela kunjungan, Bupati berdialog dengan para pelaku UMKM dan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian peringatan Milad Samudera Pasai ke-800.
Setelah itu, Ayah Wa bersama rombongan mengikuti Majelis Haflah Al-Qur’an dan Seulaweut. Sejumlah qari terbaik tingkat Aceh, nasional hingga internasional tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menciptakan suasana khidmat di tengah ribuan masyarakat yang hadir.
Namun, salah satu momen yang mendapat perhatian pada malam tersebut adalah penyerahan santunan kepada anak yatim.
Jumlah 800 penerima sengaja dipilih untuk merefleksikan angka 800 tahun peringatan Samudera Pasai. Dengan demikian, angka yang menjadi simbol perjalanan sejarah tersebut juga diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.
Ayah Wa mengatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 800 anak yatim mendapatkan santunan dalam rangkaian peringatan tersebut.
“Kita menargetkan santunan untuk 800 anak yatim. Jika jumlah tersebut tidak mencukupi dari Aceh Utara, maka akan kita lengkapi dengan melibatkan anak-anak yatim dari daerah tetangga seperti Aceh Timur dan Bireuen,” ujar Ayah Wa.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang ingin dibangun melalui peringatan Milad Samudera Pasai ke-800.
Momentum delapan abad Samudera Pasai, kata dia, tidak semestinya hanya dikenang melalui seremoni, tetapi juga harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Selain santunan anak yatim, rangkaian kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800 juga akan ditutup dengan malam puncak pada Minggu, 13 September 2026. Pada malam penutupan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dijadwalkan memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki jasa dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Pada malam penutupan nanti, kita akan memberikan penghargaan kepada para pejuang dan tokoh pembangunan yang telah memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Aceh Utara. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka kepada masyarakat,” kata Ayah Wa.
Majelis Haflah Al-Qur’an dan Seulaweut tersebut dipandu Dato’ Seri Tgk. Syekh Zubaili, S.Sos.I., yang juga Anggota DPRK Aceh Utara Komisi I. Penyampaian pesan-pesan keagamaan yang komunikatif membuat suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekhusyukan.
Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sejarah kejayaan masa lalu. Di dalamnya terdapat upaya menghubungkan warisan sejarah dengan kehidupan masyarakat hari ini mulai dari penguatan budaya dan syiar Islam hingga kepedulian terhadap anak yatim.
Delapan abad Samudera Pasai pun diterjemahkan bukan hanya dalam angka dan seremoni, tetapi dalam semangat berbagi, memperkuat persaudaraan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.(asp)

