ASPOST.ID – Sebanyak 610 pembalap ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Drag Bike Putaran III memperebutkan Trophy Dandim 0103/Aceh Utara. Ajang balap motor yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini menjadi ruang bagi para pembalap untuk menguji kemampuan, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet otomotif berprestasi dari Aceh.
Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kejuaraan tersebut di sirkuit Jalan Line Pipa–SP Landeng, Gampong Matangben, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.
Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi momentum tersendiri setelah agenda tersebut sempat tertunda selama satu tahun. Kolaborasi panitia dan Kodim 0103/Aceh Utara akhirnya memungkinkan kompetisi kembali digelar, dengan melibatkan ratusan pembalap dalam persaingan di lintasan sepanjang 201 meter.
Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan apresiasi kepada panitia, tim, mekanik, dan seluruh pembalap yang telah berpartisipasi. Ia menilai kejuaraan drag bike tidak semata-mata menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga sarana menyalurkan minat otomotif secara terarah dan kompetitif.
“Alhamdulillah, hari ini kegiatan ini dapat kita laksanakan berkat kerja sama panitia dan Kodim 0103/Aceh Utara. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan pembalap yang telah hadir untuk mengikuti perlombaan di sirkuit ini,” kata Faisal.
Lebih dari Sekadar Adu Kecepatan
Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu gambaran antusiasme terhadap olahraga balap motor di Aceh Utara. Namun, tantangan penyelenggaraan tidak berhenti pada tingginya partisipasi. Kompetisi juga harus mampu menghadirkan standar keselamatan, kedisiplinan, dan sportivitas agar pembalap dapat berkembang melalui jalur olahraga yang terorganisasi.
Faisal berharap lintasan drag bike tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan bagi pembalap dan mekanik, khususnya generasi muda yang ingin meningkatkan kemampuan serta mengejar prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, setiap peserta perlu menjadikan kejuaraan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mematuhi aturan perlombaan. Keselamatan dan sikap sportif harus menjadi bagian penting dari kompetisi, bukan sekadar pelengkap di tengah persaingan.
Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kelas yang dapat diikuti peserta. Dengan berlangsung selama dua hari, ajang tersebut diharapkan memberi pengalaman kompetitif sekaligus memperluas kesempatan bagi talenta otomotif untuk mengembangkan potensi mereka.
Selain aspek olahraga, penyelenggaraan Kejurprov IMI Drag Bike juga membawa pesan mengenai kesiapan Aceh Utara menjadi tuan rumah kegiatan otomotif tingkat provinsi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan memperkuat interaksi antarkomunitas balap sekaligus memperkenalkan daerah tersebut kepada masyarakat luar.
Faisal mengajak seluruh peserta dan pihak yang terlibat menjaga ketertiban serta menghormati adat dan ketentuan yang berlaku di Aceh, termasuk penerapan nilai-nilai syariat Islam selama kegiatan berlangsung.
“Mari kita tunjukkan kepada masyarakat luar bahwa Aceh Utara bisa. Saya juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi syariat Islam, mulai dari cara berpakaian hingga perilaku selama mengikuti kegiatan. Peserta dari luar Aceh diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan adat dan ketentuan yang berlaku di daerah ini,” tegasnya.
Kejuaraan yang diikuti 610 pembalap ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda perlombaan semata. Keberlanjutan kompetisi, pembinaan atlet, kesiapan fasilitas, dan konsistensi penyelenggaraan menjadi faktor penting agar potensi olahraga otomotif Aceh Utara dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui Kejurprov IMI Drag Bike Putaran III, Aceh Utara memiliki kesempatan untuk memperkuat ekosistem balap motor sekaligus membuka jalan bagi pembalap muda mengukir prestasi dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.(asp)


