ASPOST.ID- PT. Pase Energi Migas (PEM) milik Perseroda Aceh Utara, akan segera mengelola 18 titik sumur tua (Migas) yang tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Utara. Dimana sumur-sumur itu masih memiliki potensi untuk menghasilkan minyak bernilai ekonomis sebagai sumber pendapatan daerah.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT. Pase Energi Migas (PEM) Aceh Utara, Razali Abu, dikonfirmasi awak media, pada Kamis, 8 Mei 2025.
Ia mengatakan, pengelolaan sumur tua itu merupakan program unggulan Pase Energi Migas Aceh Utara. “Jadi rencana kita kelola sumur tua itu sesuai dengan program Pemerintah Pusat yang mengizinkan mengizinkan pengelolaan sumur tua Migas di seluruh Indonesia,”kata Razali Abu yang pernah menjadi anggota DPRK Aceh Utara ini.
Disebutkan, sebelumnya dianggap ilegal tapi kini dengan adanya regulasi baru sehingga seluruh daerah di Indonesia dapat mengelola sumur tua Migas.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas di Indonesia, serta memperbaiki aspek lingkungan dan keselamatan. Kementerian ESDM juga akan memberikan fasilitas keleluasaan untuk mengoptimalkan sumur tua tersebut.

“Sejauh ini kita sudah melakukan survei ke lapangan, sehingga kita temukan 18 titik sumur tua bernilai ekonomis yang di Aceh Utara, seperti di Kecamatan Baktiya Barat, Cot Girek, Lhoksukon dan Simpang Keuramat,”ucap Dirut PT Pase Energi Migas.
Menurut dia, diperkirakan masih banyak lagi potensi sumur tua yang ada di seluruh Aceh Utara. Untuk mengelola itu semua, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini gubernur Aceh dan BPMA untuk dapat dikeluarkan dari Blok K3S Aceh.
Dimana, Blok K3S Aceh berada di bawah kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Tentunya, dengan dikeluarkannya dari Blok K3S itu maka sumur tua yang ada di Aceh Utara dapat kelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh Utara, yang dikendalikan oleh PT Pase Energi Migas.
Selain itu, lanjut dia, program unggulan kedua yang akan dijalankan oleh Pase Energi Migas yakni pengelolaan sumber energi di Waduk Krueng Keureuto untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
” Kita akan join dengan perusahaan luar yang sudah berpengalaman, sehingga mereka akan melakukan kajian bisnis dulu berapa yang bisa dilakukan investasi di Waduk Krueng Keureuto,”kata Razali Abu.
Ia juga berharap Pemerintah Pusat dapat segera mengembalikan pengelolaan waduk Kreung Keureuto kepada BUMD Aceh Utara.
“Surat dari Bupati Aceh Utara sudah kita kirim ke Kementerian PUPR terkait bisa dikelola oleh BUMD Aceh Utara terhadap energi yang ada Waduk Krueng Keureuto.Yakni ada sekitar 6,34 Mega Watt (MW) Listrik dan untuk penyediaan air baku 0,5 meter kubik per detik,”terangnya.
Kemudian, Pase Energi Migas juga akan membuka sebuah bengkel service kendaraan dinas Aceh Utara. “Jadi semua kendaraan dinas milik pemerintah kedepannya tidak lagi service di bengkel swasta, tapi akan langsung ditangani oleh bengkel yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),”harapnya.
Sebut Razali Abu, program selanjutnya akan mengelola suplai gas Elpiji kepada masyarakat Aceh Utara sebagai agen dan bukan pangkalan.
“Kita juga akan lakukan ahli kelola Jaringan Gas (Jargas) untuk wilayah Aceh Utara dan penyertaan modal kepada Tirta Mon Pase dalam program air minum Ie Loen”jelasnya.
Ia menambahkan, ke enam program unggulan itu akan mulai dijalankan dalam dua tahun terkahir ini, sehingga diharapkan dukungan dari semua pihak. (asp)
