ASPOST.ID- Banjir bandang yang melanda Kota Lhokseumawe pada akhir November 2025 mengakibatkan gangguan serius pada sistem Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga. Lebih dari 80% pelanggan di Kecamatan Muara Satu dan Muara Dua terpaksa menghadapi ketidaknyamanan akibat penurunan tekanan gas yang terjadi sejak 25 November hingga 24 Desember 2025. Akibatnya, sebagian besar masyarakat tidak dapat memanfaatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (PT PL), Habibillah, S.E., menjelaskan bahwa meskipun aliran gas secara teknis masih ada, rendahnya tekanan gas telah menyebabkan gangguan besar dalam pelayanan kepada pelanggan. “Kami telah mengirimkan surat kepada PT Pertagas Niaga untuk segera mengambil langkah koordinasi dan perbaikan agar pelayanan gas kembali normal,” ujar Habibillah, saat diwawancarai oleh aspost.id, pada Jumat (26/12).
Sementara itu, PT PL terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Pertagas Niaga dan PT PGE, yang saat ini tengah bekerja sama untuk memperbaiki fasilitas penyediaan steam yang sempat terhenti akibat masalah pada pasokan. “Kami berharap proses perbaikan ini dapat segera selesai dan jaringan gas rumah tangga kembali beroperasi dengan baik,” tambah Habibillah.
Proses perbaikan kini sedang dalam tahap persiapan untuk startup HRS (Heat Recovery Steam), dengan harapan dalam beberapa hari mendatang gangguan ini dapat teratasi dan pelanggan dapat kembali menikmati layanan gas rumah tangga secara normal.
Habibillah juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan PGN untuk membuka jalur dari PAG, sambil menunggu penyelesaian perbaikan instalasi fasilitas PGE. “Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar masalah ini segera selesai, sehingga kebutuhan gas rumah tangga dapat terpenuhi dengan lancar,” tutupnya.
PT Pembangunan Lhokseumawe (PT PL) melayani sekitar 5.531 pelanggan jaringan gas rumah tangga di wilayah tersebut, yang kini tengah berharap perbaikan segera terealisasi agar kebutuhan mereka kembali tercukupi. (asp)

