ASPOST.ID- Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur terdampak banjir di wilayah terpencil kembali diwujudkan melalui peresmian Jembatan Gantung Garuda di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Peresmian ditandai dengan prosesi adat Peusijuek sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan, yang berlangsung khidmat pada Ahad, 18 Januari 2026, serta disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Jembatan gantung tersebut kini menjadi akses penghubung strategis bagi warga Desa Lhok Kuyun dengan sejumlah wilayah di sekitarnya, seperti Desa Lhok Gajah, Lhok Bayu, Krueng Baro, hingga Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen. Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan dan banjir.
Prosesi Peusijuek dipimpin oleh Tgk. M. Diah Banta, selaku Tgk Imum Masjid Gampong Lhok Kuyun, sebagai simbol doa dan harapan agar jembatan dapat membawa manfaat dan keselamatan bagi seluruh pengguna.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Dandim 0103/Aceh Utara yang diwakili oleh Pabung Mayor Czi Rusli Usman, Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widi Nugroho beserta jajaran perwira dan prajurit, Danramil 19/Sawang Kapten Inf. Syamsul Hamdani beserta anggota, Camat Sawang yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Mukim dan Gampong Efendi Nur, Mukim Sawang Utara Fuadi, S.Sos, Geuchik Lhok Kuyun Musmulyadi, Pj. Geuchik Lhok Gajah Munizar, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Danyon Zipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widi Nugroho menyampaikan bahwa Jembatan Gantung Garuda telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut bersifat sementara, sehingga diperlukan peran serta masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan secara optimal hingga pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah daerah dapat direalisasikan.

“Jembatan ini merupakan jembatan gantung pertama yang berhasil kami selesaikan di Kecamatan Sawang. Semoga kehadirannya dapat memberikan manfaat besar dan memperlancar aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Mukim dan Gampong Kecamatan Sawang, Efendi Nur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mewakili masyarakat kepada Kepala Staf Angkatan Darat selaku Dansatgas Jembatan, Pangdam Iskandar Muda, Danrem 011/Lilawangsa, Dandim 0103/Aceh Utara, serta Danyon Zipur 5/ABW atas pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, Kecamatan Sawang merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir, sehingga banyak jembatan rusak dan terputus. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu memulihkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan uji coba penggunaan jembatan, dengan melintaskan sepeda motor dan sejumlah warga secara bergantian. Uji coba berlangsung lancar dan menegaskan bahwa jembatan tersebut telah siap digunakan oleh masyarakat.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi bukti nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas keterbatasan infrastruktur, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Aceh Utara. (red)

