ASPOST.ID- Di saat sebagian warga terlelap dan jalanan kota lengang tanpa hiruk-pikuk, denyut pengamanan justru menguat. Atas arahan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr Ahzan menurunkan 12 personel Tim Star Reborn dengan mengendarai trail bergerak menyusuri ruas-ruas jalan, gang sempit, hingga titik-titik rawan. Selama bulan Ramadhan, gangguan Kamtibmas harus benar-benar diantisipasi sehingga diperlukan kesiapsiagaan personil dilapangan.
Patroli dini hari itu bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi representasi kehadiran negara dalam wujud paling nyata, memastikan warga dapat menunaikan ibadah tanpa rasa waswas. Di bulan ketika aktivitas malam meningkat dari tadarus, sahur bersama, hingga pergerakan ekonomi kecil ruang-ruang publik membutuhkan penjagaan ekstra.
Dari pusat kota hingga ke kawasan perdesaan, personel berhenti di sejumlah titik, memantau situasi, berdialog dengan warga yang masih beraktivitas, serta menyampaikan imbauan dengan pendekatan humanis. Tak ada sirene meraung, tak ada gestur represif. Yang tampak justru komunikasi hangat dan kewaspadaan terukur.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, melalui Katim Star Ipda Feri, menegaskan patroli ini mengedepankan langkah preventif dan preemtif. “Selama Ramadhan, mobilitas masyarakat pada malam hari cenderung meningkat. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” ujarnya, kepada aspost.id, Sabtu (21/2).
Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan transformasi pola pengamanan yang adaptif. Polisi tak hanya hadir ketika gangguan terjadi, tetapi berupaya mencegah sejak dini. Warga pun diimbau aktif melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan, sebagai bagian dari kolaborasi menjaga ketertiban bersama.
Patroli berakhir pukul 05.10 WIB, ketika cahaya fajar mulai menyapu ufuk timur. Kota tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Namun lebih dari sekadar angka waktu dan jumlah personel, ada pesan yang mengemuka, keamanan bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari komitmen yang dijaga bahkan di jam-jam paling sunyi.
Di Lhokseumawe, Ramadhan disambut bukan hanya dengan lantunan doa, tetapi juga dengan langkah-langkah pasti yang memastikan setiap harapan bertumbuh dalam rasa aman.(asp)

