ASPOST.ID- Politeknik Negeri Lhokseumawe menegaskan perannya sebagai pusat kolaborasi pendidikan vokasi dengan menjadi tuan rumah Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026 yang digelar Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Lhokseumawe. Kegiatan ini sekaligus menandai penguatan literasi kebanksentralan dan sinergi strategis antara dunia kampus dan otoritas moneter.
Acara yang berlangsung di Gedung TDC PNL pada Selasa (14/4) tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bantuan pendidikan kebanksentralan, yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Aceh. Momentum ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperluas dampak edukasi ekonomi dan memperkuat peran mahasiswa sebagai agen literasi keuangan.
Direktur PNL, Rizal Syahyadi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada institusinya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia tidak hanya bersifat programatik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memahami sistem ekonomi dan memiliki daya saing global,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai representasi institusi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan prestasi non-akademik yang kuat sebagai cerminan kampus dan mitra strategis seperti Bank Indonesia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat tata kelola program beasiswa agar lebih terarah dan berdampak luas.
“Penerima beasiswa diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan peran dan fungsi Bank Indonesia kepada masyarakat, sekaligus menjadi penggerak literasi kebanksentralan,” katanya.
Ia menambahkan, Bank Indonesia juga terus mendorong kolaborasi riset dan kegiatan kemahasiswaan lintas kampus, sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademisi dalam pembangunan ekonomi daerah.
Pada tahun 2026, jumlah penerima manfaat program ini meningkat dari 250 menjadi 300 mahasiswa. Selain itu, kerja sama resmi juga dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Malikussaleh, UIN Sultanah Nahrasiyah, Universitas Samudera, dan Universitas Islam Aceh.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dan anggota GenBI PNL, serta ditutup dengan kuliah umum bertema peran bank sentral dan perbankan syariah dalam pengembangan ekonomi Aceh. Dua narasumber dihadirkan, yakni Prabu Dewanto dan Yoserinaldi.
Melalui agenda ini, PNL tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai institusi vokasi yang aktif membangun ekosistem kolaboratif, memperluas literasi ekonomi, serta mencetak generasi unggul yang adaptif dan berwawasan global.(*)

