ASPOST.ID- Organisasi Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) resmi menetapkan kepemimpinan baru dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang berlangsung dinamis dan sarat perdebatan ideologis pada Sabtu (18/4) di Lhokseumawe.
Dalam forum tersebut, Afrizal Zikri terpilih sebagai Ketua Wilayah SMUR Lhokseumawe–Aceh Utara melalui mekanisme demokratis dan partisipatif.
Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin pergantian kepemimpinan, melainkan menandai fase refleksi strategis organisasi di tengah lanskap sosial-politik yang kian kompleks.
Mengusung tema “Ke Mana Arah Organisasi Revolusioner?”, forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus kritik internal terhadap kecenderungan stagnasi gerakan mahasiswa yang dinilai terjebak pada simbolisme tanpa praksis nyata.
Afrizal Zikri menegaskan pentingnya menjaga konsistensi arah gerakan agar tidak terkooptasi oleh kepentingan kekuasaan maupun kompromi elit. Ia menekankan bahwa SMUR harus kembali memperkuat basis perjuangan dengan berpihak pada kelompok masyarakat tertindas, memperluas basis massa, serta membangun kesadaran kritis yang independen.
“Organisasi revolusioner tidak boleh kehilangan arah. Ia harus berdiri jelas melawan ketidakadilan, membongkar struktur penindasan, dan hadir bersama rakyat, bukan sekadar berbicara atas nama mereka,” tegas Afrizal, dalam keterangannya kepada aspost.id, Sabtu (18/4).
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, SMUR menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis perjuangan rakyat. Ke depan, organisasi diharapkan mampu merespons tantangan zaman dengan gerakan yang lebih terstruktur, progresif, dan memiliki keberpihakan yang tegas terhadap kepentingan publik. (*)

