ASPOST.ID- Kebakaran besar meluluhlantakkan permukiman padat di Komplek Pardede, Dusun Mutalahuddin, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa siang (5/5). Sedikitnya 77 unit rumah semi permanen hangus terbakar dalam peristiwa yang berlangsung cepat dan dramatis tersebut.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB oleh seorang warga yang terbangun dari istirahatnya dan mendapati kobaran api telah membesar di dalam rumah. Teriakan minta tolong pun pecah, memicu kepanikan warga yang berupaya menyelamatkan diri dan harta benda seadanya.
Dalam hitungan menit, api merembet cepat ke bangunan lain. Kondisi rumah yang berdempetan, material mudah terbakar, suhu udara yang panas, serta tiupan angin kencang dari arah laut mempercepat penyebaran api. Akses jalan yang sempit turut menjadi kendala serius bagi petugas dalam menjangkau titik-titik api.
Polres Lhokseumawe bergerak cepat dengan mengerahkan satu unit water cannon untuk membantu proses pemadaman.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H, turun langsung ke lokasi guna memimpin pengamanan dan memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami mengerahkan water cannon untuk memperkuat pemadaman. Namun kondisi permukiman yang padat dan akses terbatas menjadi tantangan di lapangan,” ujar Kapolres di lokasi kejadian.
Upaya pemadaman melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari personel Polri, TNI, Brimob, hingga tim pemadam kebakaran. Sedikitnya 10 unit armada damkar dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WIB. Baik Damkar dari Pemko Lhokseumawe, PT PIM, PT PAG dan instansi terkait lainnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Puluhan keluarga terpaksa kehilangan tempat tinggal dan kini membutuhkan bantuan darurat.
Kapolres juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut serta memastikan aparat tetap bersiaga untuk menjaga keamanan pascakejadian. “Kami turut berduka atas musibah ini. Personel kami siagakan untuk membantu warga sekaligus mengamankan lingkungan,” katanya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala saat rumah kosong.
Saat ini, proses pendataan korban dan penyaluran bantuan masih dilakukan oleh instansi terkait, sementara aparat keamanan terus berjaga guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di lokasi terdampak.(asp)

