ASPOST.ID- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mulai dirasakan masyarakat Kota Lhokseumawe menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan kehabisan stok Pertalite sejak Senin (15/6/2026), sehingga warga terpaksa membeli Pertamax dengan harga yang jauh lebih mahal.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kondisi tersebut terjadi di beberapa SPBU yang menjadi lokasi utama pengisian BBM masyarakat, di antaranya SPBU Kota Lhokseumawe dan SPBU Simpang Kuta Blang. Tidak tersedianya Pertalite membuat pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat tidak memiliki banyak pilihan selain beralih ke BBM non-subsidi.
“Pertalite kosong. Pasokan dari Pertamina belum masuk,” ujar seorang petugas SPBU Simpang Kuta Blang saat ditemui aspost.id, yang ikut mengisi BBM non subsidi.
Informasi serupa juga diperoleh dari petugas SPBU Kota Lhokseumawe. Menurutnya, hingga saat ini stok Pertalite belum tersedia sehingga penjualan hanya dilakukan untuk BBM jenis Pertamax.
“Yang ada sekarang hanya Pertamax. Pertalite belum masuk,” katanya.
Kelangkaan tersebut langsung berdampak pada masyarakat, terutama kelompok pekerja, pelaku usaha kecil, pengemudi transportasi, dan warga yang setiap hari bergantung pada kendaraan pribadi untuk beraktivitas. Banyak warga mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan karena harga Pertamax mencapai Rp16.650 per liter.
Bagi sebagian masyarakat, kondisi ini menjadi beban tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Pasalnya, Pertalite selama ini menjadi pilihan utama karena lebih terjangkau dibandingkan BBM non-subsidi.
Irwan (44), warga Kecamatan Banda Sakti, mengaku terpaksa membeli Pertamax agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, menurutnya, pengeluaran untuk bahan bakar meningkat cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
“Kalau untuk sekali isi mungkin masih bisa. Tapi kalau berlangsung beberapa hari tentu memberatkan, apalagi bagi masyarakat yang pendapatannya pas-pasan,” ujarnya.
Sejumlah warga juga mempertanyakan penyebab kosongnya pasokan Pertalite di beberapa SPBU. Mereka berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi distribusi BBM bersubsidi tersebut.
Momentum menjelang Tahun Baru Islam yang biasanya diiringi meningkatnya mobilitas masyarakat membuat ketersediaan BBM menjadi kebutuhan penting. Karena itu, warga berharap distribusi Pertalite dapat segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu.
Selain meminta percepatan pasokan, masyarakat juga mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Pemerintah Aceh, pemerintah daerah, serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) diharapkan turun tangan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga mengenai penyebab terjadinya kekosongan stok Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Lhokseumawe maupun perkiraan waktu normalisasi pasokan.(asp)

