Close Menu
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
  • Dunia Islam
  • Internasional
  • Olahraga
  • Kabar Mahasiswa
  • Kesehatan
Pos-pos Terbaru
  • Muhammad Yusuf Resmi Bertarung di Pilchikgam Meunasah Panggoi, Siap Bawa Semangat Perubahan
  • Prabowo Keluarkan Kebijakan Baru, Nelayan Kapal 30–200 GT Kini Nikmati Solar Rp15.000 per Liter
  • Mendagri Tito: Kepala Desa Harus Naik Kelas, Desa Maju Jadi Benteng Ekonomi dan Penahan Laju Urbanisasi
  • 109 Bakal Calon Keuchik Ramaikan Pilchikgam Lhokseumawe 2026, Persaingan Makin Sengit
  • Lilawangsa Run 2026 Diproyeksikan Jadi Magnet Sport Tourism Terbesar di Aceh

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Muhammad Yusuf Resmi Bertarung di Pilchikgam Meunasah Panggoi, Siap Bawa Semangat Perubahan

16/07/2026

Prabowo Keluarkan Kebijakan Baru, Nelayan Kapal 30–200 GT Kini Nikmati Solar Rp15.000 per Liter

16/07/2026

Mendagri Tito: Kepala Desa Harus Naik Kelas, Desa Maju Jadi Benteng Ekonomi dan Penahan Laju Urbanisasi

16/07/2026
Kategori
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • Daerah
  • Decor
  • DUNIA ISLAM
  • Ekonomi
  • Home
  • INTERNASIONAL
  • KABAR HAJI
  • KABAR MAHASISWA
  • KESEHATAN
  • Kuta Raja
  • Nasional
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Opinion
  • OTOMOTIF
  • Pase
  • Picks
  • Politik
  • TEKNOLOGI
  • Uncategorized
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Muhammad Yusuf Resmi Bertarung di Pilchikgam Meunasah Panggoi, Siap Bawa Semangat Perubahan
  • Prabowo Keluarkan Kebijakan Baru, Nelayan Kapal 30–200 GT Kini Nikmati Solar Rp15.000 per Liter
  • Mendagri Tito: Kepala Desa Harus Naik Kelas, Desa Maju Jadi Benteng Ekonomi dan Penahan Laju Urbanisasi
  • 109 Bakal Calon Keuchik Ramaikan Pilchikgam Lhokseumawe 2026, Persaingan Makin Sengit
  • Lilawangsa Run 2026 Diproyeksikan Jadi Magnet Sport Tourism Terbesar di Aceh
  • Kontestasi Blang Poroh Menghangat, Ziaul Hadi Siap Adu Gagasan di Pilchikgam 2026
  • Rotasi Besar Polda Aceh, Kapolda Mutasi 7 PJU dan 9 Kapolres Baru
  • BKPSDM Aceh Utara Satukan Langkah, Percepat Reformasi Birokrasi Dan Layanan ASN
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
ASPOST.IDASPOST.ID
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • INTERNASIONAL
  • Daerah
  • DUNIA ISLAM
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
ASPOST.IDASPOST.ID
Home»Nasional»Ekonomi»Ternyata Indonesia Produsen Tempe Terbesar Dunia, tapi 90 Persen Kedelai Impor
Ekonomi

Ternyata Indonesia Produsen Tempe Terbesar Dunia, tapi 90 Persen Kedelai Impor

RedaksiBy Redaksi21/02/2022Updated:21/02/2022Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

ASPOST.ID – Tempe menjadi salah satu makanan yang populer di Indonesia. Hal itu bukanlah sesuatu yang mengherankan, sebab Indonesia merupakan produsen tempe terbesar di dunia.
Dalam laporan Badan Standardisasi Nasional (BSN) tahun 2012 disebutkan, posisi Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia menjadikannya sebagai pasar kedelai terbesar di Asia.

“Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain),” bunyi laporan tersebut seperti dikutip Minggu (20/2/2022).

Kala itu, konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 6,45 kg. Umumnya, masyarakat Indonesia mengkonsumsi tempe sebagai panganan pendamping nasi.

“Dalam perkembangannya, tempe diolah dan disajikan sebagai aneka panganan siap saji yang diproses dan dijual dalam kemasan. Kripik tempe, misalnya, adalah salah satu contoh panganan populer dari tempe yang banyak dijual di pasar,” bunyi laporan tersebut lebih lanjut.

Dalam laporan itu juga disebutkan, industri tempe tidak hanya berkembang di Indonesia. Tempe juga diproduksi dan dijual di mancanegara. Dalam karya William Shurtleff dan Akiko Aoyagi, The Book of Tempeh: A Cultured Soyfood, dimuat bahwa tempe diproduksi di berbagai negara mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Belgia, Austria, Republik Ceko, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swiss, Afrika Selatan, India, dan Inggris hingga Australia dan Selandia Baru.

Mengacu buku itu, tercatat Indonesia memiliki 81.000 industri tempe yakni berupa koperasi tahu tempe. Kemudian, benua Amerika memiliki 19, Kanada 4, Australia 2, dan tersebar di beberapa negara lainnya.

Sayang, meski Indonesia merupakan rajanya industri tempe, kedelainya masih tergantung pada impor. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menjelaskan, kebutuhan kedelai di tanah air 3 juta ton per tahun. Sementara, produksi dalam negeri hanya 20%.

“Kalau saya lihat dari data, kebutuhan kita 3 juta ton itu hanya bisa dipasok 20% dari dalam negeri. Dan bahkan untuk tahun ini dari BKP menyatakan, BKP itu Badan Ketahanan Pangan di Kementerian Pertanian, produsi kita itu hanya 10%, jadi 90% nya impor,” terangnya kepada detikcom.

Dengan tingginya angka impor, kata dia, membuat harga kedelai tidak bisa dikendalikan. “Jadi kedelai ini tergantung sepenuhnya pada produk impor yang harganya nggak bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Oke melanjutkan, Indonesia rata-rata mengimpor 2,6 juta ton kedelai. Sisanya, sekitar 400 ribu ton dipasok dari dalam negeri. Itu pun jika tidak terjadi penurunan produksi. (detikcom/aspost)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Related Posts

Prabowo Keluarkan Kebijakan Baru, Nelayan Kapal 30–200 GT Kini Nikmati Solar Rp15.000 per Liter

16/07/2026

Mendagri Tito: Kepala Desa Harus Naik Kelas, Desa Maju Jadi Benteng Ekonomi dan Penahan Laju Urbanisasi

16/07/2026

Operasi Senyap di Pesisir Aceh, Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu Asal Thailand

28/06/2026
Leave A Reply Cancel Reply

Post Terbaru

Muhammad Yusuf Resmi Bertarung di Pilchikgam Meunasah Panggoi, Siap Bawa Semangat Perubahan

16/07/2026

Prabowo Keluarkan Kebijakan Baru, Nelayan Kapal 30–200 GT Kini Nikmati Solar Rp15.000 per Liter

16/07/2026

Mendagri Tito: Kepala Desa Harus Naik Kelas, Desa Maju Jadi Benteng Ekonomi dan Penahan Laju Urbanisasi

16/07/2026

109 Bakal Calon Keuchik Ramaikan Pilchikgam Lhokseumawe 2026, Persaingan Makin Sengit

16/07/2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Highlights
Daerah

Lilawangsa Run 2026 Diproyeksikan Jadi Magnet Sport Tourism Terbesar di Aceh

By Redaksi16/07/20260

ASPOST.ID – Korem 011/Lilawangsa akan menggelar Lilawangsa Run 2026 di Kota Lhokseumawe pada Minggu, 9…

Kontestasi Blang Poroh Menghangat, Ziaul Hadi Siap Adu Gagasan di Pilchikgam 2026

15/07/2026

Rotasi Besar Polda Aceh, Kapolda Mutasi 7 PJU dan 9 Kapolres Baru

15/07/2026

BKPSDM Aceh Utara Satukan Langkah, Percepat Reformasi Birokrasi Dan Layanan ASN

15/07/2026
Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

Aspost.id adalah portal berita online yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan wawasan yang mendalam dan fakta yang akurat kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan beragam.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled!
Ad Blocker Enabled!
Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please support us by disabling your Ad Blocker.