Close Menu
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
  • Dunia Islam
  • Internasional
  • Olahraga
  • Kabar Mahasiswa
  • Kesehatan
Pos-pos Terbaru
  • Wakil Wali Kota Lhokseumawe Lepas Jamaah Haji 2026, Tangis Haru Keluarga Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci
  • TNI Bangun Jembatan Aramco di Bireuen, Akhiri Akses Darurat Warga Pedalaman Peudada
  • PWA Kecam Tindakan Aparat terhadap Jurnalis saat Demo JKA di Banda Aceh
  • Iran Ajukan 5 Syarat Keras ke AS Sebelum Negosiasi Dilanjutkan, Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia
  • Aramco Warning Dunia Bisa Kehabisan Bensin dan Avtur Jika Selat Hormuz Tetap Ditutup

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Lepas Jamaah Haji 2026, Tangis Haru Keluarga Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci

15/05/2026

TNI Bangun Jembatan Aramco di Bireuen, Akhiri Akses Darurat Warga Pedalaman Peudada

15/05/2026

PWA Kecam Tindakan Aparat terhadap Jurnalis saat Demo JKA di Banda Aceh

14/05/2026
Kategori
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • Daerah
  • Decor
  • DUNIA ISLAM
  • Ekonomi
  • Home
  • INTERNASIONAL
  • KABAR HAJI
  • KABAR MAHASISWA
  • KESEHATAN
  • Kuta Raja
  • Nasional
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Opinion
  • OTOMOTIF
  • Pase
  • Picks
  • Politik
  • TEKNOLOGI
  • Uncategorized
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Wakil Wali Kota Lhokseumawe Lepas Jamaah Haji 2026, Tangis Haru Keluarga Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci
  • TNI Bangun Jembatan Aramco di Bireuen, Akhiri Akses Darurat Warga Pedalaman Peudada
  • PWA Kecam Tindakan Aparat terhadap Jurnalis saat Demo JKA di Banda Aceh
  • Iran Ajukan 5 Syarat Keras ke AS Sebelum Negosiasi Dilanjutkan, Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia
  • Aramco Warning Dunia Bisa Kehabisan Bensin dan Avtur Jika Selat Hormuz Tetap Ditutup
  • Prabowo Bongkar Rp39 Triliun Dana Misterius Milik Koruptor: “Sudah Tak Diurus, Ambil untuk Rakyat”
  • Gandeng Prefektur Miyazaki, Kemnaker Buka Jalan Ribuan SDM Indonesia ke Jepang
  • Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Industri Rokok Legal Aceh, PT Aceh Ladang Donya Jadi Mitra Strategis
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
ASPOST.IDASPOST.ID
Demo
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • INTERNASIONAL
  • Daerah
  • DUNIA ISLAM
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
ASPOST.IDASPOST.ID
Home»Daerah»Tgk Ibrahim PMTOH Pewaris Khazanah Sastra Hikayat Aceh
Daerah

Tgk Ibrahim PMTOH Pewaris Khazanah Sastra Hikayat Aceh

RedaksiBy Redaksi23/04/2022Tidak ada komentar6 Mins Read
Tgk.Ibrahim PMTOH seorang pembaca hikayat Aceh yang patut diberikan penghargaan sebagai sosok yang telah berjasa membangun peradaban budaya Aceh dengan hikayat.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

ASPOST.ID-“Janganlah anda malu memiliki ayah seorang pembaca hikayat, seharusnya anda bangga punya ayah seorang pembaca hikayat. Ayah anda Tgk. Ibrahim Pmtoh adalah pahlawan budaya Aceh.”(Muda Balia, 2016).

Itulah beberapa kalimat yang pernah ditulis oleh Muda Balia seorang pembaca hikayat Aceh yang pernah mendapat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), ketika berkenalan dan bincang-bincang dengan saya seputar perkembangan hikayat Aceh melalui media sosial pada pertengahan bulan April 2016. Terinspirasi dari kata-kata Muda Balia yang menggugah perasaan itulah tergerak hati saya untuk menulis kisah ini. Kisah perjuangan dan perjalanan karier Tgk. Ibrahim Pmtoh seorang pembaca hikayat Aceh yang patut diberikan penghargaan sebagai sosok yang telah berjasa membangun peradaban budaya Aceh dengan hikayat.

Salah satu seni tutur Aceh yang diwariskan kepada Tgk. Ibrahim Pmtoh adalah seni budaya hikayat Aceh yang diwariskan oleh Tgk. Adnan Pmtoh pada era tahun 1980-an. Tgk. Ibrahim Pmtoh belajar memperdalam kepiawaian dalam bermain pmtoh kepada Tgk. Adnan selaku gurunya secara langsung atau tidak langsung, karena figur yang diidolakan oleh Tgk. Ibrahim dalam berkesenian ketika itu adalah sosok Haji Adnan. Pada era tahun 1980-an saat itu ketika semarak hikayat meriah dibaca di kampung-kampung dan radio-radio. Tgk. Ibrahim sering tampil gemilang menuturkan hikayat dari panggung ke panggung.

Hikayat yang dibaca pada waktu itu rata-rata bertema sejarah Aceh dan hikayat yang bernafaskan Islam seperti hikayat berkisah tentang syuhada, aulia, dan pahlawan.

Tgk. Ibrahim Pmtoh merupakan pelaku seni tutur kelahiran desa Paya Kambuek, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara sekitar 62 tahun silam. Seorang pembaca hikayat Aceh andalan kontingen kabupaten Aceh Utara dalam even pameran pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan. Sering mewakili Aceh Utara dalam arena Pekan Kebudayaan Aceh di Ibukota Serambi Mekkah, Banda Aceh.

Tgk. Ibrahim PMTOH pria berpenampilan sederhana itu ketika tampil di pentas saat menuturkan hikayat juga piawai meniup bansi (seruling) dan menabuh rapa-i dengan suara beralun-alun dan bertalu-talu. Menambah keasyikan suara di sela-sela lantunan hikayat Aceh. Mendapat gemuruh suara kegirangan penonton saat menyaksikan adegan baca hikayat sebagai salah satu khazanah kejayaan budaya indatu Aceh.

Hikayat merupakan salah satu warisan kebudayaan indatu (nenek moyang) orang Aceh yang sudah dikenal sejak masa kesultanan Aceh. Hikayat merupakan rumpun sastra nusantara yang dipengaruhi oleh unsur Islam merupakan salah satu karya sastra yang berasal dari Timur Tengah yang kental dengan pengaruh Arab.

Tgk. Ibrahim Pmtoh merupakan murid dari Tgk. Adnan Pmtoh. Pada era tahun 1990-an Tgk. Ibrahim sering mendapat dukungan dan arahan dari Bapak H. Dahlan pegawai di pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk mengembangkan hikayat sebagai tradisi masyarakat Aceh yang mengandung pesan-pesan moral. Adakalanya hikayat juga dibacakan di hadapan masyarakat Aceh untuk memberi nasehat dengan ungkapan-ungkapan yang halus.

Tgk. Ibrahim juga mengoleksi Hikayat Raja-raja Pasai, hikayat yang sudah langka dan dicari-cari kolektor naskah hikayat saat ini. Namun naskah yang ada di rumah Tgk. Ibrahim itu hanya berupa naskah foto kopi yang didapatkan dari gurunya Tgk. Adnan pada tahun 1990-an. Nama Tgk. Ibrahim Pmtoh dimuat sebagai referensi pembelajaran sastra khususnya materi biografi tokoh hikayat dalam buku berjudul 22 Jenis Teks dan Strategi Pembelajarannya di SMA-MA/SMK karya Dr.E. Kosasih, M.Pd. dan Endang Kurniawan, M.Pd. penulis nasional. Serta menjadi rujukan pembacaan hikayat di sekolah yang diperkenalkan oleh guru bidang studi Bahasa Indonesia.

Seperti dilansir harianrakyataceh, Berikut dibahas mengenai asal usul nama PMTOH

  1. Mengenal Pmtoh
    Pmtoh adalah suatu genre (jenis) seni tutur Aceh hasil karya Tgk. Adnan Pmtoh. Dalam tulisan ini penulis ingin mencatat bahwa Pmtoh merupakan asli milik kepunyaan masyarakat Aceh. Bukan milik hasil kreativitas daerah lain dan bukan pula milik kreativitas masyarakat dunia Eropa atau Amerika. Di sini kita perlu menulis “surat budaya” dengan stempel basah bahwa pmtoh itu merupakan milik tulen kebudayaan Aceh.

Ihwal itu berdasarkan persepsi pertimbangan bahwa saat ini Pmtoh sudah menembus pasar internasional yang dikembangkan oleh beberapa orang berkebangsaan Eropa dan Amerika. Kita khawatir suatu ketika nanti Pmtoh diberi label (merk) dan dianggap kepunyaan keseniaan Eropa dan Amerika. Seperti kasus seudati dan saman Aceh yang pernah menggema di beberapa negara Eropa dan kini menjadi pelajaran ekstrakurikuler di setiap sekolah yang ada di Daerah Khusus Ibu (DKI) Kota Jakarta. Seudati dan saman sering mendapat gemuruh tepuk tangan penonton saat dipentaskan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) maupun di balai pertujukan lainnya. Demikian pun, seudati dan saman adalah asli milik masyarakat Aceh yang kini menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional.

Sekali lagi kita tegaskan bahwa Pmtoh itu asli kreativitas Tgk. Adnan yang pada mulanya muncul dan dipentaskan dalam bus antar kota-antar provinsi perusahaan Pmtoh. Walaupun ada orang yang memplesetkan kata “Pmtoh” menjadi “Pohtem”. Pohtem artinya: memukul (poh/peh) dan kaleng (tem) berarti: panci, wajan, ember, dan aksesoris lainnya.

Karena benda-benda inilah yang sering digunakan oleh Tgk. Adnan sebagai dekorasi dalam bermain Pmtoh. Menurut beberapa pengamat dan sumber yang akurat memaparkan bahwa nama Pmtoh diambil dari nama bus Pmtoh, karena suara klakson bus Pmtoh pada awal kemunculan Pmtoh mirip suara seruling yang ditiup oleh Tgk. Adnan saat bermain Pmtoh. Ada juga sebagian pengamat hikayat berpendapat bahwa Tgk. Adnan mampu meniru suara klakson bus Pmtoh, sehingga nama itu melekat pada diri Tgk. Adnan Pmtoh.

2. Pmtoh Genre Seni Tutur Aceh yang Unik Pmtoh merupakan genre (jenis) seni tutur, karena kesenian ini merupakan seni bercerita. Pertujukan Pmtoh adakalanya juga disertai dengan naskah walaupun pemain Pmtoh telah menghafal naskah. Ada juga yang tidak menggunakan naskah, hikayat langsung diungkapkannya dengan serta merta dan dilantunkan dengan kalimat-kalimat indah dihiasi sajak dan ritma-ritma yang begitu apik. Lakon dan tokoh yang diperankan oleh seniman ini begitu komplit. Namun, uniknya Tgk. Adnan hanya bermain pmtoh sendiri dengan berperan menjadi puluhan karakter tokoh dalam cerita. Dengan dibantu oleh seorang asisten yang tugasnya mengambil aksesoris yang dibutuhkan.

Tgk. Adnan Pmtoh sudah lama almarhum adakah yang meneruskan perjuangan hasil kreativitasnya? Jawabannya tentu ada. Mereka adalah Tgk. Ibrahim Pmtoh pembaca hikayat Aceh yang berdomisili di desa Teumpok Aceh, Kec. Tanah Luas, Kab. Aceh Utara dan Agus Nur Amal Pmtoh putra kelahiran Sabang, alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang pernah tayang di beberapa stasiun televisi Jakarta. Agus Nur Amal Pmtoh dalam tampilannya agak berbeda dengan Tgk. Adnan, karena Agus Nur Amal dekorasinya lebih modern dan syair-syair naskah Pmtoh diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu agar semua orang se-nusantara memahami isi cerita yang dipentaskan.

Ada keunikan lain dari Pmtoh yaitu seorang pemain seni tutur ini harus mampu bermain musik seperti meniup seruling, bermain gendang maupun menabuh rapa-i, dan harus bisa bernyanyi. Jika tidak, maka Pmtoh akan terasa hambar dan kurang sedap.

Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai silsilah Tgk. Adnan Pmtoh silakan anda baca di web: https://gemasastrin.wordpress.com, karya anak muda berbakat Herman RN yang telah mengulas panjang lebar tentang kehidupan Tgk. Adnan. Pmtoh bukanlah jenis pementasan yang hanya lebih menonjolkan gerakan, mimik, dan aksesoris. Melainkan disebut dengan seni tutur yang begitu komplit. Mengingat modelnya yang serta merta dan membutuhkan skill (keahlian) khusus. Pemain Pmtoh harus punya kecepatan menghafal, berpikir secara cermat, memiliki seni tinggi, dan harus memiliki ketajaman indera dan kelebihan lainnya. Jika dibuat ajang pemilihan aktor terbaik dalam kategori seni tutur, maka kemungkinan besar pemain Pmtoh yang akan menjadi juara I dan layak diberikan tropi yang sesuai.

Demikianlah Pmtoh terkecoh dunia. Membuat penonton terpingkal-pingkal tertawa. Hanya sampai di sini saja tulisan singkat ini. Semoga bermanfaat bagi para pecinta seni dan budaya Aceh yang bermartabat. (rakyataceh/aspost)

Penulis: Hamdani Mulya, S.Pd, Guru Bahasa Indonesia dan Pengamat Sastra Aceh

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Related Posts

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Lepas Jamaah Haji 2026, Tangis Haru Keluarga Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci

15/05/2026

TNI Bangun Jembatan Aramco di Bireuen, Akhiri Akses Darurat Warga Pedalaman Peudada

15/05/2026

PWA Kecam Tindakan Aparat terhadap Jurnalis saat Demo JKA di Banda Aceh

14/05/2026
Leave A Reply Cancel Reply

Post Terbaru

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Lepas Jamaah Haji 2026, Tangis Haru Keluarga Iringi Keberangkatan ke Tanah Suci

15/05/2026

TNI Bangun Jembatan Aramco di Bireuen, Akhiri Akses Darurat Warga Pedalaman Peudada

15/05/2026

PWA Kecam Tindakan Aparat terhadap Jurnalis saat Demo JKA di Banda Aceh

14/05/2026

Iran Ajukan 5 Syarat Keras ke AS Sebelum Negosiasi Dilanjutkan, Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

13/05/2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Highlights
INTERNASIONAL

Aramco Warning Dunia Bisa Kehabisan Bensin dan Avtur Jika Selat Hormuz Tetap Ditutup

By Redaksi13/05/20260

ASPOST.ID- Raksasa energi dunia asal Arab Saudi, Saudi Aramco, melontarkan peringatan serius terkait ancaman krisis…

Prabowo Bongkar Rp39 Triliun Dana Misterius Milik Koruptor: “Sudah Tak Diurus, Ambil untuk Rakyat”

13/05/2026

Gandeng Prefektur Miyazaki, Kemnaker Buka Jalan Ribuan SDM Indonesia ke Jepang

13/05/2026

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Industri Rokok Legal Aceh, PT Aceh Ladang Donya Jadi Mitra Strategis

13/05/2026
Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

Aspost.id adalah portal berita online yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan wawasan yang mendalam dan fakta yang akurat kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan beragam.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.