ASPOST.ID-Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail menyampaikan, dirinya bersama wakil ketua DPRK dan beberapa anggota dewan lainnya sudah menerima mahasiswa aksi demo kenaikan harga BBM bersubsidi dihalaman depan gedung DPRK Lhokseumawe, pada Senin (12/9) siang. Untuk perwakilan mahasiswa diterima sekitar 50 orang, karena disesuaikan dengan kondisi gedung Dewan Lhokseumawe.
Namun, para mahasiswa dan orator aksi tetap ingin masuk semua ke gedung DPRK Lhokseumawe. Mereka tidak menerima jika hanya diwakili oleh 50 mahasiswa.
Ia mengatakan, awalnya kita sudah meminta 50 orang perwakilan mahasiswa untuk masuk ke ruang sidang DPRK, tapi mereka ngotot ingin semuanya masuk dan tidak mungkin gedung sebesar ini akan menampung 2000 lebih mahasiswa yang melakukan aksi demo.
“Sebenarnya, kita belum tau tuntutan dari adik-adik mahasiswa, karena mereka belum membacakan petisi, apa yang menjadi tuntutan mereka yang intinya kita mendukung aksi mahasiswa terkait menolak kenaikan BBM, dan tadi kita berharap bisa berdialog di bawah atau depan pintu gedung DPRK Lhokseumawe, apa yang menjadi tuntutan, dan kita siap menandatangani petisi untuk dikirimkan kepada pihak yang berhak,”terang Ismail yang didampingi Wakil Ketua DPRK Irwan bersama beberapa anggota DPRK lainnya.
Disebutkan, terkai perusakan kaca depan DPRK yang pecah dilempar batu, pihaknya menyerahkan kepada pihak keamanan. “Kita juga turut berduka telah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga melukai petugas dan termasuk daripada mahasiswa itu sendiri,”ucapnya, seperti dilansir harianrakyataceh.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya sangat menyesalkan aksi mahasiswa yang berujung anarkis dan terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian.
“Kami para anggota DPRK Lhokseumawe sangat sedih terhadap hal-hal yang tidak perlu terjadi, tapi sudah terjadi di kantor DPRK Lhokseumawe. Sebetulnya kita sudah mengajak adik-adik mahasiswa semua untuk berdialog di gedung DPRK sesuai dengan kapasitas gedung, dan tidak mungkin muat semua dalam ruang gedung DPRK Lhokseumawe,”ucap Ismail yang juga politisi Partai Aceh ini kepada awak media, Senin (12/9). (Rakyat Aceh/asp)

