ASPOST.ID- Penjabat Walikota Lhokseumawe, Dr.Drs. Imran MSi., MA.Cd menegaskan pihaknya tidak pernah melarang masyarakat untuk mencari rezeki atau berjualan, baik bagi pedagang kaki lima maupun pedagang lainnnya.
Namun, yang dilakukan selama ini hanya penertiban saja. Hal itu disampaikan Pj Walikota saat acara FGD yang diadakan oleh Gerakan Cinta Lhokseumawe, 2 jam Bersama Pj Walikota Lhokseumawe dengan Topik “Arah dan kebijakan pembangunan Lhokseumawe pasca 100 hari kerja” berlangsung di Station Coffee Premium Lhokseumawe, Rabu (19/10) sore.

Kegiatan FGD tersebut dipandu oleh Mukhlis Azhar, SE mantan anggota DPRK Lhokseumawe yang dihadiri 100 orang undangan dari berbagai kalangan.
Pj Walikota Lhokseumawe mengatakan, Pemko Lhokseumawe dalam melakukan penertiban tidak pernah melarang orang mencari rezeki.
“Yang dilarang adalah berjualan itu menghambat rezeki orang lain, misalnya meletakkan gerobak berjualan di depan toko orang lain, ini salah satu contoh,” ujar Imran.
Disebutkan, dari pukul 15.00 WIB sudah berjualan di depan toko orang lain ,sehingga orang memarkirkan kendaraannya untuk berbelanja di toko yang dimaksud tidak bisa, karena ada gerobak didepan toko itu.
Selain itu, Imran mencontohkan untuk pedagang dikawasan Mon Geudong, aktifitas berjualan disana juga sudah memanfaatkan badan jalan.
Menurut dia, semua pedagang kaki lima di Lhokseumawe jauh hari sebelumnya telah diberikan himbauan dan peringatan untuk tidak berjualan dilokasi yang mengganggu kepentingan umum, memanfaatkan parit jalan.
“Sekali lagi saya tidak pernah larang orang mencari rezeki,tapi mencari rezeki itu tidak menghambat rezeki orang lain dan mengganggu ketertiban umum”, ungkapnya.
Lanjut Pj Walikota, kegiatan penertiban yang dilakukan oleh Pemko Lhokseumawe sangat terukur dan tidak ada yang sifatnya spontan, penertiban yang dilakukan didahului melalui surat himbauan dan peringatan.

Sementara itu anggota DPRK Lhokseumawe, Azhar Mahmud yang ikut dalam kegiatan FGD menyampaikan,dirinya dukungan terhadap kebijakan Pj Walikota Lhokseumawe dalam rangka melakukan perubahan Kota Lhokseumawe kearah yang lebih baik.
“Apa yang dilakukan oleh Pj walikota selama tiga bulan terakhir ini telah benar-benar menunjukkan sebuah kenyataan. Dulu setelah hujan tergenang air dijalan dalam Kota Lhokseumawe sampai dua hari, sekarang dua jam setelah hujan air sudah hilang. Karena itu DPRK Lhokseumawe memberikan apresiasi atas kerja keras Bapak Pj Walikota dan saya tidak meragukan lagi apa yang bapak lakukan demi perubahan di Lhokseumawe,” ucap Azhar Mahmud akrab disapan Cek Har ini.
Kegiatan FGD tersebut juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhoksrumawe, Gunawan , Kasdim 0103 Aceh Utara, Mayor Jumiin, Kapolsek Banda Sakti ,Iptu Faisal SH, Ketua ICMI Kota Lhokseumawe, Dr Yulius Dharma , MSi, Kepala BPS kota Lhokseumawe, tokoh masyarakat dan akademisi, mahasiswa dan para undangan lainnya. (asp/ril)

