ASPOST.ID- Gelombang solidaritas terhadap krisis kemanusiaan di Timur Tengah menggema dari Aceh. Ratusan warga di Kota Lhokseumawe turun ke jalan dalam aksi damai yang digelar Forum Peduli Iran–Palestina (FP-IP), Senin (20/4), sebagai bentuk keprihatinan atas eskalasi konflik yang terus memakan korban sipil.
Aksi yang dipusatkan di kawasan Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe ini diwarnai dengan pembakaran bendera Israel dan foto Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sebagai simbol protes terhadap kebijakan yang dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di Iran dan Palestina.
Berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian, mulai dari pimpinan dayah, tenaga pendidik, santri, hingga komunitas sosial dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran kelompok seperti Jamaah Syiar Muhibbah Subuh (SMS), Front Persaudaraan Islam (FPI) wilayah Lhokseumawe dan Aceh Timur, serta Komunitas S3 Kota Lhokseumawe memperkuat skala aksi yang berlangsung tertib dan terorganisir.
Peserta membawa atribut solidaritas berupa bendera Palestina dan Iran serta poster-poster kritik terhadap dinamika geopolitik global.
Tim medis dari MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) juga disiagakan guna memastikan kondisi kesehatan peserta selama aksi berlangsung.
Ketua FP-IP Lhokseumawe, Tgk. Sulaiman Daud, menegaskan aksi ini merupakan panggilan moral yang melampaui simbolisme. Ia menekankan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan di tingkat global.
“Aksi ini adalah bentuk keberpihakan terhadap rakyat yang terdampak konflik. Kami menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong terciptanya perdamaian yang berkeadilan,” ujarnya.
Sepanjang kegiatan, massa menggelar orasi kemanusiaan, doa bersama, serta pawai damai mengelilingi sejumlah ruas jalan kota. Aparat dari Polres Lhokseumawe turut mengawal jalannya aksi guna memastikan situasi tetap kondusif.
Dalam pernyataan sikapnya, FP-IP mengecam berbagai bentuk agresi militer yang dinilai memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan, khususnya di Palestina dan Iran.
Mereka juga menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret menghentikan eskalasi konflik.
Seruan ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menjalankan mandatnya secara tegas dalam menegakkan hukum internasional dan melindungi warga sipil.
Selain itu, FP-IP mendorong pemerintah Indonesia untuk terus memainkan peran strategis dalam diplomasi global guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Nama tokoh dunia seperti Donald Trump, Benjamin Netanyahu juga disebut dalam pernyataan sebagai bagian dari kritik terhadap kebijakan global yang dinilai berkontribusi terhadap dinamika konflik di Timur Tengah.
Lebih jauh, FP-IP mengajak masyarakat internasional memperkuat solidaritas lintas batas melalui dukungan moral, bantuan kemanusiaan, serta gerakan ekonomi seperti boikot terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam konflik.
Aksi damai di Lhokseumawe ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran global dari tingkat lokal bahwa suara kemanusiaan tidak mengenal batas geografis.
Di tengah meningkatnya korban sipil akibat konflik berkepanjangan, seruan untuk menghentikan kekerasan dan membuka jalan menuju perdamaian dinilai semakin mendesak, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas dunia secara keseluruhan.(asp).


