ASPOST.ID- Potret memprihatinkan menyelimuti dunia pendidikan di Kota Lhokseumawe. Di tengah semangat dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di pusat kota justru menghadapi kenyataan pahit. SD Negeri 21 Banda Sakti hanya menerima tiga siswa baru untuk kelas I, sebuah kondisi yang memunculkan kekhawatiran akan masa depan sekolah tersebut.
Fakta tersebut terungkap saat Anggota DPRK Lhokseumawe, Said Luthfie Manfalutie dan Nuraida, melakukan kunjungan kerja ke SDN 21 Banda Sakti, Kamis (30/7/2026), setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai minimnya jumlah peserta didik baru.
“Kami tidak hanya bertugas duduk di ruang rapat. Persoalan pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kami datang langsung untuk melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan,” kata Said Luthfie politisi NasDem didampingi Nuraida politisi PKB ini.
Suasana ruang kelas yang biasanya dipenuhi canda dan semangat belajar anak-anak kini terasa lengang. Ruangan yang berkapasitas puluhan siswa hanya ditempati tiga murid baru.
“Kami benar-benar prihatin. Melihat ruang kelas yang begitu besar hanya diisi tiga anak tentu menjadi pemandangan yang menyentuh hati. Ini bukan sekadar persoalan jumlah siswa, tetapi menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang harus segera dibenahi dalam sistem pendidikan kita,” ujar Said.
Menurutnya, angka tiga bukan sekadar statistik, melainkan alarm serius bagi keberlangsungan pendidikan di Kota Lhokseumawe, khususnya bagi sekolah-sekolah negeri yang mulai kehilangan daya tarik di tengah meningkatnya persaingan dengan lembaga pendidikan swasta.
Ia meminta Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab menurunnya minat masyarakat serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sekolah negeri.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin sekolah ini akan semakin sulit berkembang. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata agar SDN 21 kembali menjadi pilihan masyarakat,” tegasnya.
Komitmen Bangkit
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 21 Banda Sakti, Zuraida, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku baru dipercaya memimpin sekolah itu sejak awal Juli 2026 dan berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap.
“Kami bertekad mengembalikan kepercayaan masyarakat. Bersama seluruh guru, kami akan bekerja maksimal agar marwah SDN 21 kembali seperti dulu,”katanya.
Menurut Zuraida, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sekolah adalah persaingan dengan sekolah swasta yang dinilai memiliki berbagai program unggulan sehingga lebih diminati orang tua.
Sebagai langkah perbaikan, pihak sekolah akan menghidupkan kembali berbagai program ekstra kurikuler setelah pembangunan gedung baru selesai.
“Kami akan kembali mengaktifkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), kegiatan seni, olahraga, keterampilan, hingga mendorong siswa aktif mengikuti berbagai perlombaan. Kami ingin menghadirkan sekolah yang lebih menarik dan mampu melahirkan prestasi,”terangnya.
Jumlah Siswa Terus Menurun
Data sekolah menunjukkan jumlah peserta didik SDN 21 Banda Sakti terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini total siswa yang masih belajar sebanyak 92 orang, terdiri atas:
Kelas I: 3 siswa
Kelas II: 8 siswa
Kelas III: 17 siswa
Kelas IV: 12 siswa
Kelas V: 25 siswa
Kelas VI: 27 siswa
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sekolah yang berada di kawasan Komplek Perumahan Pemda, Gampong Hagu Teungoh, Kecamatan Banda Sakti itu pernah menjadi salah satu sekolah favorit di Lhokseumawe pada era 1990-an.
Saat itu sekolah tersebut lebih dikenal masyarakat sebagai SD Bertingkat dan menjadi tujuan utama banyak orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Kini, kejayaan itu perlahan memudar. Minimnya jumlah peserta didik baru menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui peningkatan kualitas pendidikan, inovasi pembelajaran, serta sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama dalam mencetak generasi masa depan. (asp)

