ASPOST.ID- Seratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Bela Rakyat (ALBAR) melakukan aksi damai ke gedung DPRK Lhokseumawe, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi, pada Selasa (13/9). Mereka mendesak Presiden Republik Indonesia Jokowi dan DPR-RI untuk segera menurunkan harga BBM subsidi.
Aksi yang dilakukan oleh kalangan santriwan dan santriwati itu, juga mendapatkan pengawalan aparat kepolisian dari Mapolres Lhokseumawe. Dilokasi aksi ikut terlihat Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto bersama Wakapolres Kompol Dedy Darwinsyah dan Kabag Ops serta sejumlah perwira Polres lainnya.
Tgk.Muslim At-Thahiri selaku penasehat Aliansi Bela Rakyat (Albar) menyampaikan orasi dihalaman kantor DPRK Lhokseumawe. Kemudian, mereka diterima oleh Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail bersama beberapa anggota DPRK lainnya.

Usai aksi demo, Tgk.Muslim At-Thahiri kepada awak media menyampaikan, kehadiran pihaknya ke DPRK Lhokseumawe untuk melakukan aksi protes terhadap kenaikan BBM bersubsidi. Karena dengan telah naiknya BBM maka secara otomatis harga bahan pokok kebutuhan masyarakat juga ikut naik, sehingga dapat menyebabkan kesensaraan bagi masyarakat.
“Menaikan harga BBM sama dengan pemerintah telah menyengsarakan rakyat, dan itu adalah bentuk sebuah kezaliman yang sangat luar biasa, yang membuat rakyat sangat menderita,”tegasnya.
Apalagi, sebut Tgk.Muslim At-Thahiri, rakyat yang baru saja keluar dari pandemi Covid-19 dan kini disambung lagi dengan kenaikan harga BBM. “Untuk itu kami mendesak Presiden Republik Indonesia Jokowi dan DPR-RI, untuk segera menurunkan harga BBM tersebut,”pintanya.
Kemudian,juga mengharapkan kepada DPRK Lhokseumawe apa yang menjadi tuntutan, untuk menyampaikan kepada DPR-RI. Khusunya kepada Partai Nasional (Parnas) yang punya jaringan langsung ke tingkat Pusat, supaya menyampaikan kepada pimpinan Partai Nasional untuk sama-sama bahu membahu untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Jadi mereka tidak ada alasan untuk diam, karena mereka (anggota dewan dari Parnas) punya jaringan ke Pusat. Kalau Partai Nasional di pusat tidak sanggup memperjuangkan hak rakyat maka lebih baik partai itu ditinggalkan saja, kembalikan stempelnya dan SKnya, biar mereka tau orang Aceh tidak mau rakyat menderita dengan sebab permainan orang-orang besar di Pusat,”cetusnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Bela Rakyat (ALBAR) yang telah melakukan aksinya dan betul-betul damai. “Kita akan menyampaikan semua yang menjadi tuntutan aksi mereka kepada lembaga yang paling tinggi dan segera menyurati DPR Aceh dan DPR-RI. “Tuntutan mereka jelas terkait kenaikan BBM yang berimbas kepada naiknya harga bahan pokok masyarakat,” terangnya, seperti dilansir harianrakyataceh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto menyampaikan, pihaknya ikut mengamankan jalannya aksi demo yang dilancarkan oleh Albar. “Syukur dan Alhamudillah hari ini teman-teman bisa menyaksikan langsung dari Aliansi Bela Rakyat (ALBAR) memberikan dari sisi yang bermartabat dan santun dalam menyampaikan aspirasi,”terangnya. (Rakyat Aceh/ASP)

