ASPOST.ID-Banjir bandang menerjang Gampong Kubu, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (29/9/2026) malam. Derasnya arus air menyebabkan pondasi salah satu rumah warga patah dan mengalami longsor.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sawang. Aliran air yang meningkat secara tiba-tiba menerjang kawasan permukiman dan berdampak langsung terhadap sebuah rumah warga.
Rumah yang terdampak diketahui milik Antikah yang dihuni dua anggota keluarga. Terjangan arus banjir menyebabkan bagian pondasi rumah mengalami kerusakan hingga patah dan longsor.
Kerusakan pada pondasi menjadi perhatian karena bagian tersebut merupakan salah satu struktur utama penopang bangunan. Kondisi rumah perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat keamanan bangunan dan keselamatan penghuninya, terutama jika hujan deras kembali terjadi.
Camat Sawang, Mazinuddin, S.Sos., mengatakan kondisi banjir mulai berangsur membaik setelah debit air menurun.
“Aliran air mulai surut sekitar pukul 02.00 WIB,” ujar Mazinuddin, Rabu (30/9/2026).
Setelah air surut, pendataan terhadap rumah dan keluarga terdampak dilakukan untuk mengetahui kondisi kerusakan sekaligus kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat. Dua anggota keluarga yang berada di rumah terdampak dilaporkan selamat.
Kebutuhan Dasar Mulai Diperlukan
Selain kerusakan pada struktur rumah, keluarga terdampak membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas sehari-hari selama proses penanganan berlangsung.
Berdasarkan pendataan awal, kebutuhan yang diperlukan meliputi makanan pokok, pakaian, kasur, serta peralatan dapur.
Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena kerusakan pada bagian pondasi dapat memengaruhi kelayakan dan keamanan rumah untuk ditempati. Bantuan kebutuhan dasar diharapkan dapat meringankan beban keluarga sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan.
Pemerintah Kecamatan Sawang bersama unsur terkait terus melakukan pendataan terhadap dampak banjir. Data kerusakan dan kebutuhan warga menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Warga Diimbau Waspadai Banjir Susulan
Kejadian banjir bandang pada malam hari tersebut juga menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berintensitas tinggi terjadi.
Warga yang berada di sekitar aliran sungai maupun wilayah dengan kondisi tanah labil diimbau memperhatikan perubahan debit air dan kondisi lingkungan sekitar.
Jika arus air meningkat secara tiba-tiba atau terdapat tanda-tanda longsor, masyarakat diharapkan segera menjauh dari lokasi berisiko dan menuju tempat yang lebih aman.
Pemantauan kondisi wilayah juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat hujan kembali berpotensi meningkatkan debit air dan memicu banjir maupun longsor susulan.
Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait diharapkan memastikan kondisi rumah terdampak tetap dalam pengawasan, khususnya pada bagian pondasi yang mengalami kerusakan.
Hingga Rabu (30/9/2026), dampak yang tercatat meliputi satu unit rumah warga mengalami kerusakan pada bagian pondasi, dengan dua anggota keluarga terdampak. Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka berat.
Pendataan dan penanganan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keselamatan penghuni serta pemenuhan kebutuhan dasar keluarga yang terdampak bencana.
(asp)


