ASPOST.ID – Upaya pemulihan masyarakat terdampak banjir di Lhokseumawe tidak hanya dilakukan melalui penanganan fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial. Memasuki fase pasca bencana, TNI kembali hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, seni, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menggagas kegiatan bertajuk “TNI AD Selalu Hadir di Tengah Rakyat” sebagai bagian dari ikhtiar membangkitkan kembali semangat masyarakat setelah menghadapi dampak banjir.
Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana penuh kebersamaan melalui olahraga, hiburan, interaksi langsung bersama warga, serta pertunjukan musik. Momentum ini juga dirangkaikan dengan semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Jenderal Sudirman Lhokseumawe, pada Ahad (9/8) malam.
Perhatian masyarakat semakin tertuju ketika Yuke Sampurna, bassis grup musik legendaris Dewa 19, tampil menghibur warga. Kehadiran musisi nasional tersebut menjadi warna tersendiri dalam rangkaian pemulihan pascabanjir sekaligus menghadirkan suasana positif bagi masyarakat yang sebelumnya melewati masa sulit akibat bencana.
Bagi Korem 011/Lilawangsa, kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan hiburan. Di balik panggung musik dan aktivitas olahraga, terdapat pesan kemanusiaan bahwa pemulihan pascabencana juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi mental, rasa percaya diri, dan optimisme masyarakat.
“TNI harus selalu ada di garis depan untuk rakyat, bukan hanya saat evakuasi bencana, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana. Melalui event olahraga dan kehadiran Saudara Yuke Dewa 19, kami ingin menghibur hati masyarakat, menghilangkan trauma pascabanjir, sekaligus membakar kembali semangat nasionalisme dalam menyambut HUT ke-81 RI,” ujar Brigjen TNI Ali Imran.
Kehadiran Yuke Sampurna pun mendapat sambutan antusias. Musik dan hiburan yang disuguhkan mampu menciptakan suasana lebih ceria, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali berkumpul setelah sebelumnya disibukkan dengan penanganan dampak banjir.
Tidak hanya menghadirkan musisi nasional, Korem 011/Lilawangsa turut memberikan panggung kepada seniman dan band lokal. Mereka membawakan sejumlah lagu daerah maupun nasional, sekaligus menunjukkan bahwa proses pemulihan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan kreativitas dan kebanggaan terhadap budaya daerah.
Pelibatan seniman lokal juga membuka ruang bagi talenta daerah untuk tampil di hadapan publik. Panggung tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kembali energi positif masyarakat melalui seni dan budaya.
Di sisi lain, kegiatan turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner. Kehadiran pelaku usaha lokal di tengah kegiatan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus menjadi sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan masyarakat.
Dengan menggabungkan trauma healing, olahraga, musik, seni budaya, dan pemberdayaan UMKM, kegiatan “TNI AD Selalu Hadir di Tengah Rakyat” membawa pesan bahwa pemulihan pascabencana memiliki dimensi yang jauh lebih luas.
Pemulihan bukan hanya tentang memperbaiki rumah, jalan, fasilitas umum, atau sarana yang rusak akibat banjir. Lebih dari itu, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk memulihkan rasa aman, membangun kembali optimisme, serta menumbuhkan keyakinan bahwa kehidupan dapat kembali berjalan normal.
Kehadiran TNI dalam fase tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Setelah berada di garis depan ketika bencana terjadi, TNI juga berupaya mendampingi warga ketika mulai menata kembali kehidupan mereka.
Melalui kegiatan tersebut, Korem 011/Lilawangsa menegaskan kembali semangat “TNI AD Selalu Hadir di Tengah Rakyat” bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berakhir ketika masa tanggap darurat selesai, tetapi terus berlanjut hingga masyarakat benar-benar mampu bangkit dan kembali menatap masa depan dengan penuh optimisme.(asp)

