ASPOST.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara mendapat tambahan dukungan strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan satu unit Mobil Dapur Umum Lapangan kepada Pemkab Aceh Utara sebagai fasilitas pendukung pelayanan masyarakat saat kondisi darurat.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayahwa) didampingi Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara sekaligus Asisten II Setdakab Aceh Utara, M. Nasir, S.Sos., M.Si., di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Mobil Dapur Umum Lapangan ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung operasi penanganan bencana, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak, pengungsi, maupun petugas di lapangan.
Kehadiran fasilitas tersebut dinilai dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar ketika bencana terjadi, terutama di wilayah yang membutuhkan respons cepat dan pelayanan logistik secara langsung.
Bupati Ayahwa menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan yang diberikan kepada Aceh Utara. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi berbagai potensi bencana.
“Bantuan ini sangat berarti bagi Aceh Utara, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi bencana. Kami menyampaikan terima kasih kepada BNPB atas perhatian dan dukungannya,”ucap Ayahwa, kepada aspost.id, Jum’at (21/8).
Ia menegaskan, Mobil Dapur Umum Lapangan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung operasi penanggulangan bencana dan pelayanan masyarakat di wilayah terdampak.
Dengan dukungan fasilitas baru ini, Pemkab Aceh Utara diharapkan mampu bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan makanan bagi warga di lokasi pengungsian maupun kawasan yang terdampak bencana.
Pemkab Aceh Utara juga terus memperkuat koordinasi bersama BNPB, BPBD serta berbagai unsur terkait. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, terpadu, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Penambahan fasilitas ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Aceh Utara untuk meningkatkan kesiapan daerah, sehingga ketika bencana terjadi, pemerintah tidak hanya hadir dalam penanganan, tetapi juga mampu memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
Untuk diketahui Kabupaten Aceh Utara memiliki 852 gampong yang tersebar di 27 kecamatan. Bahkan sejumlah kecamatan diantaranya masuk dalam kategori rawan banjir jika terjadi hujan berhari-hari dikawasan pegunungan Bener Meriah dan Aceh Tengah.(asp)

