ASPOST.ID- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mencatat prestasi spektakuler di panggung Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII Tahun 2026. Enam tim mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) yang berhasil melaju ke babak final, seluruhnya sukses meraih gelar juara.
Tidak ada satu pun finalis PNL yang pulang dengan tangan kosong. Dari enam kategori yang diikuti di babak final, mahasiswa PNL menyabet dua Juara 1, dua Juara 2, dan dua Juara 3.
Capaian tersebut sekaligus menjadi catatan penting bagi PNL di kompetisi informatika tingkat nasional. Sebanyak 21 tim PNL sebelumnya mengikuti rangkaian proses seleksi sejak Juni 2026. Dari jumlah tersebut, enam tim berhasil mengamankan tiket final dan kemudian menuntaskan kompetisi dengan prestasi maksimal.
KMIPN VIII 2026 berlangsung secara hybrid pada 9–11 September 2026, dengan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sebagai tuan rumah. Lima tim PNL mengikuti grand final secara daring, sementara satu tim pada kategori Hackathon berjuang secara langsung di kampus PNUP.
Mengusung tema “Inovasi Informatika Vokasional untuk Transformasi Digital Berkelanjutan”, KMIPN VIII menjadi arena bagi mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia untuk menguji kemampuan, kreativitas, inovasi, serta solusi teknologi yang mereka kembangkan.
Bagi PNL, keberhasilan menyapu enam gelar dari enam finalis menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa dituntut mampu mengubah pengetahuan menjadi karya, inovasi, aplikasi, solusi digital, hingga gagasan bisnis yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini capaian yang sangat membanggakan bagi keluarga besar PNL. Enam tim kita berhasil menembus final pada enam kategori berbeda dan seluruhnya meraih juara. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PNL memiliki kompetensi, kreativitas, inovasi, dan daya saing yang mampu berkompetisi di tingkat nasional,”kata Rizal Syahyadi.
Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah trofi yang berhasil dibawa pulang. Lebih jauh, prestasi itu menjadi indikator bahwa proses pendidikan vokasi yang menggabungkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata mampu menghasilkan mahasiswa yang kompetitif.
Enam Finalis, Enam Gelar
Ketua Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer PNL, Salahuddin, S.T., M.Cs., mengatakan keberhasilan enam tim menembus final sekaligus meraih juara menunjukkan hasil pembinaan kompetensi mahasiswa yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Dari 21 tim yang mengikuti proses seleksi, enam tim berhasil masuk final dalam enam kategori dan Alhamdulillah seluruhnya meraih juara. Bagi kami, ini bukan hanya persoalan jumlah gelar, tetapi bagaimana mahasiswa berani membawa gagasan dan karya mereka untuk diuji pada level nasional,” kata Salahuddin.
Enam prestasi tersebut dipersembahkan oleh mahasiswa PNL melalui kategori yang berbeda.
Juara 1 Solusi Inovatif Kategori E-Government diraih TimBerapa. Tim yang dibimbing Dr. Rahmad Hidayat, S.Kom., M.Cs. itu beranggotakan Muhammad Aziz, Amirullah, dan Deswita Nazwa Ariani.
Gelar Juara 1 lainnya dipersembahkan Tim Titip Absen, yang sukses menjadi pemenang pada Kreativitas Kategori Perancangan Bisnis Bidang TIK. Tim binaan Salahuddin, S.T., M.Cs. tersebut terdiri atas Muthiah Rahma Pasaribu, Livia Safirani, dan Adha Gusti Harmadhan.
Sementara itu, Tim AkU dan DuA ORang PLEnGer berhasil membawa pulang Juara 2 Kategori Hackathon. Tim yang bertanding secara luring di PNUP tersebut dibimbing Dr. Rahmad Hidayat, S.Kom., M.Cs., dengan anggota Yuli Mulia Dinah, Rahmat Isma Hidayat, dan Santi Melvira.
Pada kategori Pengembangan Aplikasi Permainan, Tim Tayulzi meraih Juara 2 Narration & Storytelling. Tim yang dibimbing Ahmad Afif, M.Kom. itu diperkuat Athaya Fidla Anisah, Aulia Nurul Asri, dan Fakrul Razi.
Dua gelar Juara 3 kemudian melengkapi sapu bersih PNL.
Tim Berangkatkan Kami meraih Juara 3 Implementasi Sistem Kategori Internet of Things (IoT). Tim binaan Atthariq, S.T., M.T. tersebut diperkuat Zikran Tahara, Muhammad Faiz Al Rayyan, dan Muhammad Khulafa Rafsanjani Pasya.
Sedangkan Tim Recall Radar mempersembahkan Juara 3 Penyajian dan Komunikasi Kategori Cipta Inovasi di Bidang TIK. Tim binaan Musta’inul Abdi, S.S.T., M.Kom. itu terdiri atas Mujiburrahman Hakim, Syifaurrahman, dan Al Faiz Akbar Thaib.
Dosen pendamping H. Husaini, S.Si., MIT., menilai capaian tersebut menggambarkan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan kemampuan praktik dan inovasi sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori teknologi. Mereka harus mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi produk, solusi, aplikasi, maupun gagasan yang memiliki nilai dan mampu bersaing.
Selama rangkaian Final KMIPN VIII 2026, delegasi PNL turut didampingi Salahuddin, S.T., M.Cs. dan H. Husaini, S.Si., MIT. Keduanya memberikan pendampingan dan dukungan kepada mahasiswa hingga seluruh rangkaian kompetisi berakhir.
Dari Lhokseumawe untuk Panggung Nasional
Prestasi enam finalis PNL di KMIPN VIII 2026 menjadi lebih dari sekadar parade kemenangan. Enam gelar dari enam finalis memperlihatkan konsistensi mahasiswa PNL dalam membawa karya teknologi dari lingkungan kampus ke arena kompetisi nasional.
Dua Juara 1, dua Juara 2, dua Juara 3. Enam finalis, enam kategori, seluruhnya juara.
Dari Lhokseumawe, mahasiswa PNL kembali mengirim pesan kuat bahwa talenta vokasi daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Kreativitas, kompetensi teknologi, keberanian berinovasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata menjadi modal mahasiswa PNL untuk terus melangkah menuju daya saing yang lebih luas.
Capaian di KMIPN VIII 2026 sekaligus memperkuat langkah PNL dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global.(asp)


