ASPOST.ID-Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gampong Sukadamai, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, pada Kamis malam (23/4/2026).
Ratusan warga bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Koramil 27/GRP larut dalam suasana khidmat saat menggelar doa bersama dan pembacaan Surah Yasin untuk mengenang almarhum Serka Sukarman bin Amad Supriadi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat di wilayah binaannya. Kehadiran warga dari berbagai kalangan, tokoh agama, pemuda, hingga orang tua menunjukkan bahwa sosok Serka Sukarman memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai pengabdian yang ia tinggalkan menjadi inspirasi bagi rekan sejawat maupun masyarakat.
Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, melalui Danramil 27/GRP, Kapten Kav Ridwan Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi kebersamaan yang terus dijaga oleh TNI di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar doa bersama, tetapi juga momentum untuk memperkuat silaturahmi, menjaga nilai kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial,” ujar Kapten Kav Ridwan Gunawan kepada aspost.id, Kamis malam (23/4).
Sebagai bentuk kepedulian nyata, jajaran Koramil 27/GRP turut menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim di Gampong Sukadamai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui TNI dalam kehidupan sosial warga.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, dipandu oleh tokoh agama setempat yang memimpin doa dan pembacaan Surah Yasin. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema itu menambah suasana haru sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kebersamaan tersebut.
Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi refleksi penting bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup dimensi sosial, kemanusiaan, dan spiritual.
Acara doa bersama tersebut berakhir sekitar pukul 20.35 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan penuh kehangatan. Momen ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Aceh Utara. (asp)


