ASPOST.ID – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kompleks Perumahan Sakinah 2 Blok B No. 7, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, saat jenazah almarhum H. Zulmansyah Sekedang tiba di rumah duka, Sabtu (18/4) sekitar pukul 14.30 WIB.
Almarhum yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tersebut mengembuskan nafas terakhir di RS Budi Kemuliaan pada Sabtu dini hari pukul 00.05 WIB, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta insan pers di seluruh Indonesia.
Jenazah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pekanbaru menggunakan maskapai Pelita Air dan tiba di kediaman keluarga pada siang hari. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan para pelayat yang telah menunggu sejak pagi.
“Jenazah sampai di rumah duka pukul 14.30 WIB,” ujar Heri dari Riau Pos saat dikonfirmasi.
Setelah disemayamkan sejenak, prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan secara khidmat oleh pihak keluarga dan jajaran PWI Pusat. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, turut hadir dan mendampingi langsung perjalanan terakhir almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
“Saya turut membuka peti jenazah, mencium jasad almarhum, menshalatkan, dan mengantar hingga ke pemakaman,” ujar Akhmad Munir dengan suara bergetar menahan kesedihan.
Shalat jenazah dilaksanakan di masjid sekitar kompleks perumahan, yang dipenuhi oleh jamaah dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, insan pers, dan warga setempat. Kehadiran pelayat yang membludak menjadi bukti penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum selama hidupnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat putra semata wayang almarhum, Abiyyu, yang tengah menempuh pendidikan S2 di Malaysia, mengumandangkan azan tepat ketika jenazah ayahandanya diturunkan ke liang lahat.
Jenazah H. Zulmansyah Sekedang kemudian dimakamkan di TPU Kertama, Pekanbaru, diiringi doa dan tangis para pelayat yang mengantar kepergian sosok yang dikenal berdedikasi tinggi dalam dunia jurnalistik nasional.
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi dunia pers Indonesia. Dedikasi, integritas, dan pengabdiannya akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan sejarah jurnalistik tanah air. (*)


