ASPOST.ID- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pase Aceh Utara merayakan HUT ke-42, di areal Water Treatment Plan (WTP) Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, pada Ahad, 1 Desember 2024. Dalam momentum itu, Perumda Tirta Pase berhasil meraih penghargaan Good Corporate Governance (GCG) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.
Tentunya, itu menjadi kado terindah dan paling istimewa bagi Kabupaten Aceh Utara atas perolehan penghargaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Pj Sekda Aceh Utara Dayan Albar didampingi Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Irman dan Kepala BPKP Aceh, Supriyadi, SE, MM, melaunching Taman Wisata Air dan Pabrik Air Minum IELOEN serta peresmian ruang control room Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), dengan pelepasan balon ke udara.
Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Irman, dalam kesempatan itu menyampaikan,langkah efesiensi dilakukan dari berbagai aspek, hingga akhir Tahun 2023 manajemen mampu mengimbangi keuangan perusahaan dengan operasional yang efektif dan hasil audit kinerja dengan kategori Sehat.
Secara umum, pada tahun 2023 Perumda Tirta Pase mampu menyelesaikan tangung jawab beban operasi dan mampu meningkatkan kesejahteraan karyawannya sekaligus menetapkan sasaran dan target sesuai dengan Visi dan Misi sebagaimana yang tertuang dalam kebijakan Manajemen Perumda Tirta Pase, akhir tahun 2023, cakupan pelayanan meningkat menjadi 22 % dengan 47.426 SR.
Ia mengatakan, memasuki tahun 2024, arah kebijakan manajemen fokus pada langkah penguatan sistem yang dilakukan melalui Penetapan Standard Operating Procedure (SOP) pada semua tingkat kegiatan, penerapan Good Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaan yang Baik) dengan bekerja sama dengan BPKP Perwakilan Aceh, serta Penertiban aset perusahaan dan penyiapan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM).
“Berkenaan dengan peningkatan fungsi layanan serta upaya keberpihakan kepada pelanggan, selama kurun waktu 2024 telah dilakukan berbagai pembenahan serta perbaikan sistem jaringan (sarana dan prasarana jaringan distribusi) guna meningkatkan kuantitas pendistribusian air ke pelanggan,”katanya.
Disebutkan, dampak perbaikan ini cenderung bisa meningkatkan kuantitas layanan bagi konsumen dibeberapa wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan layanan, meski telah dilakukan penyesuaian tarif pada Januari 2024 (penurunan 7,5% pada kelompok tertentu), namun volume penjualan Perumda Tirta Pase justru cenderung stabil dan mengalami peningkatan yang signifikan.
Berbagai upaya pengembangan lainnya secara intens dilakukan seriring dengan stabilitas pengendalian sistem manajemen yang terukur, dimana tepatnya pada hari ini Perumda Tirta Pase.
”Insya Allah telah mampu membangun sarana Teknologi Informasi (SCADA-Supervisory Control and Data Acquisition) dengan memanfaatkan fasilitas bangunan yang ada di kawasan Gampong Reudeup. Program ini penting bagi kami untuk memonitoring sistem produksi disemua lokasi IPA di Kabupaten Aceh Utara yang memiliki letak berjauhan. Melalui pengembangan ini diharapkan kedepannya perusahaan akan mampu terus mengembangkan sistem monitoring tidak hanya sampai ke JDU, tapi juga sampai ke sambungan rumah sehingga kondisi teknis layanan ke pelanggan akan mampu dianalisis serta diambil langkah antisipatif untuk penanganan,”jelasnya.
Lanjut Imran, Perumda Tirta Pase berupaya melihat peluang yang ada dengan ekspansi pengembangan suplai air minum non perpipaan sebagai sebuah solusi meningkatkan kebutuhan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan aspek keterjangkauan. Dengan program rekayasa dan optimalisasi fasilitas prasarana yang ada yaitu peralatan Water Treatment Plant Reverse Osmosis (WTP-RO) sebesar 20 Liter/Detik yang produksinya ekuivalen dengan 72 ribu liter/jam, maka akan mampu menghasilkan air siap minum kepada masyarakat pada tahun mendatang.
Hal itu sebagai upaya kesiapan Perumda Tirta Pase dalam menghadapi persaingan global khususnya disektor air minum. Upaya dalam mengoptimalkan fasilitas yang ada lainnya pun dilakukan, Perumda Tirta Pase mengembangkan Kawasan Wisata Air sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat untuk memahami akan pentingnya mengelola air secara baik. Mulai dari hulu sampai ke hilir sekaligus upaya menata kepemilikan aset agar lebih memiliki nilai makimal pemanfaatannya.
“Kawasan ini memiliki area seluas 1,2 hektar dan sebelumnya merupakan area tempat pembuangan lumpur yang hampir 18 tahun tidak termanfaatkan dengan baik. Kini, berbagai miniatur hadir dikawasan tersebut, mulai dari kolam ikan, air terjun, kolam renang, wahana air, air mancur, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang nantinya diselaraskan dengan pemberian informasi sistem pengelolaan air bersih dan air siap minum kepada masyarakat,”terangnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPKP Aceh, Supriyadi, SE, MM, usai menerima penghargaan GCG kepada Perumda Tirta Pase menyampaikan apresiasinya, karena selama ini telah menunjukkan tata kelola yang baik.
Namun penting juga memperketat keamanan fasilitas vital, seperti Ruang Kontrol SCADA, demi menjaga kerahasiaan dan keamanan data.
Pj Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dayan Akbar, S.Sos.,MAP, sangat merespon positif dan memberikan dukungan terhadap inovasi yang dilakukan Perumda Tirta Pase.
“Semoga kedepannya, layanan air bersih dapat menjangkau lebih luas dari daerah pesisir hingga ke gampong pedalaman,”ucapnya.
Pj Sekda juga memberikan apresiasi kepada Tirta Pase akan melahirkan inovasinya, seperti menghadirkan air dalam kemasan siap minum dengan diberi nama IELOEN. Kemudian, tersedianya Taman Wisata Air dan ruang control room Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). (asp)
