ASPOST.ID- Pusat Ibukota Aceh Utara di Kecamatan Lhoksukon, terparah terendam banjir dari sejumlah kecamatan lainnya, pada Kamis (6/10/2022) pagi.
Betapa tidak, jalan utama Ibukota di jalan Medan-Banda Aceh ikut terendam. Termasuk halaman Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon digenangi banjir, Polsek Lhoksukon, Koramil Lhoksukon, Kantor PLN Lhoksukon, gedung sekolah dan sejumlah perkantoran lainnya serta ribuan rumah warga yang berada di Kecamatan Lhoksukon dengan ketinggian air antara 30 centimeter hingga 1 meter lebih.

Banjir itu terjadi setelah diguyur hujan lebat diperbatasan pegunungan Aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah. Akibat tingginya curah hujan itu membuat sejumlah sungai meluapnya kepemukiman penduduk, seperti Krueng Keureuto, Krueng Peuto, Krueng Pirak, Krueng Sawang, Krueng Nisam dan Krueng Pase
Ke 12 kecamatan yang terendam banjir itu, yakni Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Cot Girek, Lhoksukon,Tanah Luas, Samudera, Nisam, Paya Bakong,Muara Batu, Geureudong Pase, Langkahan dan Kecamatan Dewantara.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Utara, Fuad Mukhtar,S.Sos., MSM, menyampaikan, berdasarkan sementara yang di update pada Kamis (6/10/2022) pukul 17.40 WIB, jumlah pengungsi di Aceh Utara mencapai 9.988 KK atau 34.365 jiwa.

Ia mengatakan, dari jumlah itu pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Lhoksukon ada 49 gampong berjumlah 8.826 KK atau 30.635 jiwa.
Kemudian, Kecamatan Tanah Luas ada 9 gampong berjumlah 745 KK atau 2.176 jiwa, Matangkuli ada 7 gampong berjumlah 299 KK atau 986 jiwa dan Kecamatan Samudera ada 1 gampong 80 KK atau 400 jiwa.
Kemudian, Kecamatan Kuta Makmur ada 1 gampong berjumlah 32 KK atau 138 jiwa dan Kecamatan Paya Bakong ada 1 gampong berjumlah 6 KK atau 30 jiwa.
“Bagi warga yang mengungsi itu telah disediakan dapur umum dan mendirikan tenda pengungsian serta sebagian warga mengungsi ke meunasah gampong masing-masing,”ucapnya.
Disebutkan, bantuan masa panik untuk kebutuhan sembako terus disalurkan melalui Camat masing-masing untuk dibagikan ke posko pengungsian. “Kami terus siaga dilapangan bersama tim BPBD Aceh Utara, TNI-POLRI dan tim relawan lainnya,”ungkap Fuad Mukhtar. (asp)

