ASPOST.ID – Komitmen untuk mewujudkan Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) Serentak Kota Lhokseumawe Tahun 2026 yang aman, damai dan demokratis ditegaskan dalam Deklarasi Damai yang digelar Pemerintah Kota Lhokseumawe, Kamis (27/8).
Ikrar deklarasi damai tersebut dibacakan oleh Calon Keuchik Gampong Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Zulfitrian, di hadapan Forkopimda Lhokseumawe para peserta dan unsur penyelenggara Pilchikgam.
Pembacaan ikrar menjadi salah satu bagian penting dalam tahapan Pilchikgam Serentak 2026, sekaligus menegaskan kesepakatan bersama para calon keuchik untuk menjaga proses pemilihan tetap berlangsung tertib, bermartabat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam ikrar tersebut, para peserta menyatakan kesanggupan untuk bersama-sama mematuhi dan melaksanakan seluruh tahapan Pemilihan Keuchik secara damai, sopan, bermartabat serta penuh tanggung jawab demi terselenggaranya Pilchikgam yang demokratis bagi masyarakat.
Para calon juga menyatakan komitmen untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan etika dan moralitas selama seluruh tahapan Pemilihan Keuchik Serentak Tahun 2026.
Selain itu, peserta Pilchikgam bertekad menciptakan situasi yang kondusif selama proses pemilihan berlangsung. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menerima hasil kompetisi dengan menjunjung prinsip siap menang dan siap kalah.
Ikrar tersebut turut memuat komitmen untuk tidak melakukan berbagai bentuk pelanggaran hukum, baik pidana maupun perdata, selama masa kampanye maupun pada tahapan Pilchikgam lainnya.
Deklarasi Damai Pilchikgam Kota Lhokseumawe Tahun 2026 dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lhokseumawe, serta Muspika dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe, para Pj Keuchik, P2K, para calon keuchik dan unsur terkait lainnya.
Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa persaingan antar kandidat dalam Pilchikgam harus ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat gampong, bukan menjadi alasan untuk memecah persaudaraan maupun mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Sekda A.Haris menyampaikan, dengan deklarasi ini maka seluruh calon keuchik diharapkan mampu menjaga sikap selama proses pemilihan, menghormati perbedaan pilihan politik serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
Pilchikgam Serentak Kota Lhokseumawe Tahun 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026, dengan 47 gampong di empat kecamatan menjadi peserta pemilihan dan diikuti 146 calon keuchik.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap seluruh tahapan hingga hari pemungutan suara dapat berjalan aman, tertib, jujur, adil dan demokratis. Deklarasi damai ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar menjadi komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga marwah demokrasi dan persatuan masyarakat di tingkat gampong.
Pada akhirnya, Pilchikgam diharapkan mampu menghasilkan pemimpin gampong yang mendapatkan kepercayaan masyarakat serta memiliki komitmen memperkuat pembangunan dan tata kelola pemerintahan gampong di Kota Lhokseumawe. (asp)


