ASPOST.ID- Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tergabung dalam Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Syamtalira Bayu, Aceh Utara, menampilkan hasil karya siswa daur ulang sampah menjadi barang seni dan bermanfaat serta menghasilkan pundi-pundi rupiah. Seperti berbagai jenis tas, calengan, tempat pinsil, bunga hias, sajadah dan tikar.

Karya siswa itu dipamerkan dalam even Festival Edukasi Aceh Utara yang diadakan Dinas Pendidikan Kebudayaan Aceh Utara bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara serta Kankemenag setempat. Kegiatan itu berlangsung sejak Sabtu hingga Senin (17-19/12/2022) di lapangan depan kantor Bupati Aceh Utara di Landeng, Kecamatan Lhoksukon.

Sekdakab Aceh Utara Dr.A.Murtala, M.Si saat meninjau stand K3S Syamtalira Bayu menyampaikan, dirinya sangat mendukung hasil karya siswa dan guru yang mendaur ulang sampah menjadi barang berharga dan menghasilkan rupiah.

Sekda menilai mereka sangat kreatif, karena sampah yang didaur ulang adalah bekas bungkusan plastik kopi sachet yang sulit diurai oleh alam. “Apa yang dilakukan oleh sekolah di Syamtalira Bayu merupakan salah satu keramahan lingkungan dan perlu ditiru oleh sekolah lain di Aceh Utara,”ucapnya.

Sementara itu, Yusrita, S.Pd guru sekolah di Kecamatan Syamtalira Bayu yang membina daur ulang sampah mengatakan, untuk mengumpulkan bekas bungkusan plastik kopi sachet hingga memproduksi ayaman tikar, tas, sajadah dan lainnya membutuhkan waktu empat bulan.

“Itu merupakan produk kami bersama siswa yang telah dibina selama ini untuk mendaur ulang sampah menjadi barang berharga dan menghasilkan rupiah,”kata Yusrita, S.Pd, seperti dilansir harianrakyataceh, kemarin.

Ia menyebutkan, ide pertama mendaur ulang sampah itu awalnya hanya mencoba-coba, karena melihat banyak sampah bekas bungkusan plastik sachet kopi yang dijumpai di warung kopi. Kemudian, bekas bungkusan sachet kopi itu dikumpulkan dan bersihkan serta dipotong dengan rapi untuk dijadikan produk bernilai seni dan berharga.

“Selama ini yang banyak laku dijual yakni ayaman tikar daur ulang sampah kepada masyarakat di Kecamatan Syamtalira Bayu. Pemasarannya hanya baru bersifat lokal,”ucapnya.

Untuk harga jual, lanjut dia, tas berbagai jenis seharga Rp 50 ribu, sajadah Rp 80 ribu dan tikar dari harga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Muhammad Yahya, S.Pd., MAP juga menyampaikan, karya ini merupakan sesuatu yang sangat positif. Menurutnya, dalam implementasi kurikulum merdeka dengan pembelajaran P5 menjadi proses bagaimana penguatan menggali potensi anak, karakter anak dibentuk hingga menghasilkan karya inovasi.

“Kurikulum merdeka yang terdapat didalamnya P5, yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dimana dari P5 dalam kurikulum merdeka yaitu untuk menjadikan peserta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan produktif,”terangnya. (rakyataceh/asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version