ASPOST.ID- Kontestasi Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mulai menghangat. Salah satu figur yang menyatakan siap bertarung adalah Jalaluddin, yang maju dengan mengedepankan rekam jejak kepemimpinan, capaian program, serta komitmen membangun gampong melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.
Mengusung slogan “Pulang Keumudo Bak Aneuk Muda” dengan pesan “Kon Janji yang Tameukat, Tapi Bukti yang Taintat”, Jalaluddin menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui hasil yang telah terbukti, transparansi dalam pemerintahan, dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Pengalaman memimpin sebagai Kepala Dusun A Sawang Kupula menjadi salah satu modal utama yang dibawanya dalam pencalonan sebagai Keuchik Gampong Uteunkot. Selama mengemban amanah tersebut, ia mengaku mengedepankan tata kelola pemerintahan yang religius, profesional, kolaboratif, transparan, akuntabel, inovatif, modern, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sejumlah program yang telah direalisasikan selama memimpin dusun disebut menjadi bukti komitmennya dalam membangun lingkungan yang lebih maju dan mandiri. Di antaranya pembentukan program santunan STM dengan nilai santunan mencapai Rp1 juta melalui iuran warga sebesar Rp5.000 per bulan, pembentukan kepengurusan dusun beserta gudang penyimpanan peralatan, hingga penerapan sistem wajib lapor tamu selama 24 jam sebagai bagian dari penguatan keamanan lingkungan.
Di bidang pelayanan publik, Jalaluddin juga menginisiasi SIK-DUS (Sistem Informasi Kependudukan Dusun) berbasis digital guna mempermudah administrasi kependudukan masyarakat.
Sementara dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan musyawarah warga, ia membentuk Forum Komunikasi dan Musyawarah Pimpinan Dusun (Forkompimdus) yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tuha Peut, kepala dusun, imam dusun, sekretaris dusun hingga tokoh masyarakat sebagai wadah koordinasi dan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Pada sektor pembinaan generasi muda dan syiar Islam, Jalaluddin menggagas pelaksanaan Festival Anak Saleh serta Gema Takbir Keliling yang melibatkan masyarakat secara luas sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan warga.
Di bidang pemberdayaan masyarakat, ia juga memperkenalkan Program Tabungan Qurban yang pada Iduladha 2026 berhasil menghimpun 15 ekor sapi dan 3 ekor kambing, yang disebut menjadi capaian terbanyak sepanjang sejarah Dusun Sawang Kupula. Selain itu, pembentukan kepengurusan khusus Bidang Adat Istiadat dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Jalaluddin menyampaikan seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong masyarakat Uteunkot, sehingga setiap keberhasilan bukan hanya menjadi prestasi pribadi, melainkan keberhasilan bersama seluruh warga.
Menurutnya, apabila dipercaya memimpin Gampong Uteunkot, pengalaman tersebut akan menjadi fondasi untuk menghadirkan pemerintahan gampong yang lebih terbuka, responsif, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata. Karena itu, saya memilih membawa bukti hasil kerja sebagai dasar untuk membangun kepercayaan, bukan sekadar menyampaikan janji,” ujarnya kepada aspost.id, Rabu (22/7).
Menutup penyampaiannya, Jalaluddin mengajak seluruh masyarakat Gampong Uteunkot untuk menjaga persatuan dan menyukseskan pesta demokrasi di tingkat gampong dengan suasana yang aman, damai, dan penuh kekeluargaan.
Ia juga memohon doa, dukungan, serta partisipasi aktif seluruh warga agar proses pemilihan Keuchik berjalan demokratis dan melahirkan pemimpin terbaik demi kemajuan Gampong Uteunkot di masa mendatang.(*)


