ASPOST.ID- Upaya memperkuat tata kelola lingkungan di Kota Lhokseumawe memasuki babak baru. PT Pembangunan Lhokseumawe Perseroda (PTPL) resmi menggandeng PT Sumatera Deli Lestari Indah (SDLI) dalam kerja sama strategis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah non-B3.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis, 12 Februari 2026, oleh Direktur Utama PTPL, Habibillah, dan Direktur PT SDLI, Umar Saleh Avicenna. Kolaborasi ini diproyeksikan menjadi fondasi penguatan sistem pengelolaan limbah yang lebih terintegrasi dan berstandar nasional.
Habibillah menegaskan, sinergi antar pelaku usaha tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun sistem pengelolaan limbah yang aman, profesional, serta selaras dengan regulasi.
Menurutnya, kehadiran mitra yang berpengalaman akan mempercepat terwujudnya tata kelola limbah yang efektif dan terukur di Lhokseumawe.

“Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bagian dari komitmen bersama menghadirkan pengelolaan limbah yang memenuhi standar dan berdampak langsung pada kualitas lingkungan,” ujarnya.
PT SDLI sendiri telah mengantongi kontrak sewa lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Arun sejak Mei 2024 sebagai basis operasional pengolahan limbah. Pada tahap awal, fokus kerja sama diarahkan pada pengelolaan limbah di kawasan industri KEK Arun dan pelaku usaha di wilayah Kota Lhokseumawe yang menghasilkan limbah B3 maupun non-B3.
Tak hanya menyasar aspek lingkungan, kemitraan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi. Selain mendorong peningkatan pendapatan perusahaan, kerja sama tersebut diproyeksikan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Sebelum penandatanganan MoU, jajaran manajemen PT SDLI bersama direksi dan komisaris PTPL telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar. Pertemuan itu membahas rencana kolaborasi strategis dalam pengelolaan dan pengolahan limbah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi ini, Lhokseumawe diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur industri pengelolaan limbah, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai kawasan industri yang berwawasan lingkungan dan berdaya saing. (asp)

