ASPOST.ID- Direktur Eksekutif LSM Labang Bangsa Hery Tanjong, mendesak panitia untuk membatalkan konser Wali Band dalam rangka HUT TNI ke 77 pada 5 Oktober 2022 di Banda Aceh.
“Kami sangat mengharapkan kebijakan penyelenggara dan Group Band Wali berbesar hati untuk membatalkan kegiatan tersebut, dan bisa menggantikannya dengan acara lain yang lebih bersahabat dengan adat istiadat dan kearifan lokal Aceh,”ungkap Direktur Eksekutif LSM Labang Bangsa Hery Tanjong, dalam keterangannya kepada aspost.id, Sabtu (1/10/2022).
Ia mengatakan, saat ini kita semua sedang dalam suasana duka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Abu Tumin, salah seorang Ulama kharismatik Aceh pada Selasa 27 September 2022 sekira pukul 15.45 WIB. Tentu ini menjadi pertimbangan yang sangat fundamental bagi kita semua untuk tidak melanjutkan hajatan konser tersebut. “Peuwareeh Nabi galom meu nujoeh pih geupeulikoet geutanjoe. Mantong seusak dada teuh lampu doenja ka Allah peu redup,”ucapnya dalam bahasa Aceh.
Ia juga berharap, sudah saatnya kita semua dari berbagai institusi, baik pemerintah, lembaga negara untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder termasuk MPU dan jajaran dayah di Aceh, agar suasana damai Aceh tetap terajut dalam keberkahan Allah SWT.
Menurut dia, ada banyak hal dapat dilakukan untuk mengisi syukuran HUT TNI selain dengan tema konser musik. “Kami yakin dan percaya bahwa aspirasi masyarakat Aceh ini akan sangat bijakasana di tanggapi oleh para pihak, agar kecolongan seperti festival Rapai di pelataran Masjid Raya Baiturrahman beberapa waktu lalu, supaya tidak pernah terulang lagi,”terangnya.
Lanjut dia, tidak serta merta hukum dan UU yang mengikat sehingga setiap kegiatan itu legal atau illegal dari aspek bernegera, namun norma dan kepatutan adat dan reusam sejatinya perlu dilestarikan, seperti di Provinsi Aceh.(asp/ril)

