ASPOST.ID- Aksi massa di kawasan Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), diwarnai sejumlah tindakan simbolik yang menyita perhatian publik. Dalam dokumentasi foto dan video yang beredar, massa terlihat menurunkan ornamen bergambar Garuda serta merobek spanduk bergambar Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhullah (Dek Fadh) yang memuat ucapan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.
Dalam rangkaian aksi tersebut, massa juga terlihat menaikkan bendera Bintang Bulan di salah satu tiang di kawasan Pendopo Gubernur Aceh.
Peristiwa itu kemudian menjadi sorotan setelah sejumlah foto dan video tersebar di berbagai platform media sosial. Rekaman memperlihatkan peserta aksi berkumpul di sekitar kawasan Pendopo, sementara sebagian lainnya menyampaikan orasi dan berbagai seruan bernada kecaman terhadap pemerintah.
Seruan “Pengkhianat” Terdengar
Salah satu bagian aksi yang menjadi perhatian dalam rekaman adalah terdengarnya seruan “pengkhianat” yang diarahkan kepada pihak tertentu. Massa juga terlihat melontarkan kecaman saat melakukan tindakan terhadap sejumlah ornamen dan materi publikasi yang terpasang di kawasan tersebut.
Ornamen Garuda diturunkan, sementara spanduk yang menampilkan Muzakir Manaf dan Fadhullah dalam rangkaian peringatan HUT RI tampak dikoyak oleh peserta aksi.
Tindakan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap dinamika politik, sosial, dan aspirasi masyarakat Aceh menjelang peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bendera Bintang Bulan Jadi Sorotan
Pengibaran bendera Bintang Bulan di kawasan Pendopo Gubernur Aceh menjadi salah satu simbol paling menonjol dalam rangkaian aksi tersebut. Momentum itu turut menjadi perhatian di media sosial karena muncul bersamaan dengan berbagai seruan yang disampaikan peserta aksi.
Pemerintah dan Aparat Diminta Berikan Klarifikasi
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Aceh mengenai kronologi lengkap penurunan ornamen Garuda, perusakan spanduk, maupun pengibaran bendera Bintang Bulan di kawasan Pendopo Gubernur Aceh.
Keterangan dari pemerintah, aparat keamanan, dan pihak penyelenggara aksi diperlukan untuk memastikan kronologi, jumlah massa, situasi keamanan, serta tuntutan yang sebenarnya disampaikan dalam aksi tersebut.
Peristiwa ini berpotensi terus menjadi perhatian publik mengingat dokumentasinya telah beredar luas di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
ASPOST.ID akan terus memantau perkembangan informasi dan menghadirkan keterangan dari pihak-pihak terkait agar pemberitaan mengenai aksi tersebut tetap berimbang, faktual, dan berdasarkan informasi yang terverifikasi. (asp)

