ASPOST.ID- Semarak Ramadhan di Lapangan Hiraq tak sekadar menghadirkan keramaian belanja, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan ekonomi warga. Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka Bazar Ramadhan 2026 yang digagas PT Pembangunan Lhokseumawe bersama jajaran Pemerintah Kota Lhokseumawe, Rabu (25/2/2026).

Pembukaan ditandai pemukulan rapai bersama unsur Forkopimda, dilanjutkan santunan anak yatim serta peninjauan puluhan stan UMKM dan industri kreatif. Aneka produk kuliner, fesyen, hingga kriya lokal memadati area bazar, menampilkan geliat wirausaha masyarakat yang perlahan bangkit setelah terdampak bencana.

Dalam keterangannya, Riefky menilai bazar ini bukan sekadar agenda musiman Ramadan, melainkan strategi konkret menggerakkan roda ekonomi daerah. Ia mengapresiasi keseriusan pemerintah kota yang menjadikan sektor kreatif sebagai mesin pemulihan.

“Dari stan yang kami kunjungi, terlihat kualitas dan potensi produk kreatif Lhokseumawe sangat besar. Ini bisa naik kelas dan menembus pasar nasional,” ujarnya.

Ia menyoroti subsektor kuliner, fesyen, dan kriya sebagai tulang punggung, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda pada sektor baru seperti musik, gim, dan aplikasi digital. Menurutnya, masa depan ekonomi kreatif bertumpu pada inovasi teknologi dan talenta muda.

“Anak-anak muda di bidang musik, gim, dan digital harus difasilitasi. Itu peluang ekonomi baru,” tegasnya.

Riefky juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, khususnya bagi wilayah terdampak bencana di Aceh, agar pelaku usaha kecil tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan terima kasih atas dukungan anggaran dari Kementerian Ekonomi Kreatif yang mencapai Rp600 juta.

“Saya minta anggaran ke Menteri Ekraf Rp 1 Miliar, tetapi yang diberikan hanya Rp 600 juta. Dan ini sangat luar biasa dukungan Bang Riefky,”katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut memungkinkan bazar digelar lebih luas dan melibatkan pelaku usaha dari Lhokseumawe hingga Aceh Utara.

“Kegiatan ini bukan hanya bazar, tapi momentum kebangkitan ekonomi warga terdampak bencana. Kami ingin produk lokal dikenal lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah kota juga tengah menyiapkan gedung kesenian yang akan difungsikan sebagai rumah kreatif pemuda, sejalan dengan program penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Menjelang senja, menteri bersama wali kota dan jajaran meninjau seluruh stan, disambut antusias pedagang dan warga. Bazar Ramadhan 2026 pun menjadi simbol optimisme bahwa dari ruang-ruang kecil UMKM, denyut ekonomi Lhokseumawe kembali bergerak.

Selesai acara seremonial, Menteri Ekraf T Riefky, didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, mewakili Gubernur Aceh, Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, Sekda A Haris, para asisten, Kepala OPD, anggota DPRA dari Fraksi Partai Demokrat mengunjungi stand. Kunjungan tersebut menjadi moment bagi penjaga stand dan masyarakat unuk foto bersama menteri, walikota dan sekda.

Pada kesempatan itu, ia turut meninjau stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang melibatkan ibu-ibu terdampak bencana memproduksi mukena dan kerajinan rumah tangga. Program tersebut dinilai sebagai contoh pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version