ASPOST.ID – Sebuah gampong tidak hanya tumbuh dari perjalanan waktu, tetapi juga dari kekuatan persaudaraan, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap generasi penerus. Nilai-nilai itulah yang mewarnai peringatan Milad ke-116 Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yang dirayakan melalui Kenduri Rakyat, Sabtu (10/10/2026).
Perayaan tahun ini terasa istimewa. Selain memperingati hari lahir gampong yang dihitung sejak 10 Oktober 1910, panitia juga menggelar syukuran atas keberhasilan Blang Poroh meraih Juara III Lomba Gampong Merah Putih tingkat wilayah Kodim 0103/Aceh Utara tahun 2026.
Namun, ada pesan yang lebih bermakna di balik pencapaian tersebut. Sebagian hadiah yang diperoleh dari perlombaan dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan olahraga bagi pemuda setempat. Sebuah langkah sederhana yang memperlihatkan bahwa prestasi tidak harus berhenti pada piala atau penghargaan, tetapi dapat diteruskan menjadi dukungan nyata bagi kegiatan masyarakat.
Hadiah Prestasi yang Kembali kepada Pemuda
Di Kantor Keuchik Blang Poroh, Keuchik Ziaul Hadi, S.E., bersama Ketua Pemuda Edi Maulana serta tokoh pemuda Ramli AR dan Munawar, menyerahkan bantuan berupa bola kaki dan rompi olahraga kepada pemuda gampong.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang latihan sepak bola sekaligus mendorong generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan yang sehat, produktif, dan mempererat kebersamaan.
Ramli AR, yang akrab disapa Cek Ram, selaku panitia pelaksana syukuran dan Kenduri Rakyat Milad ke-116 Blang Poroh, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan keuchik dan aparatur gampong.
Menurutnya, pengadaan perlengkapan olahraga itu merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan pemuda, meskipun nilainya tidak besar.
“Kami sisihkan sedikit uang untuk membeli perlengkapan olahraga, seperti bola kaki dan rompi untuk latihan sepak bola. Jangan dilihat dari nilai bantuannya, tetapi lihatlah bentuk perhatian dan kepedulian kami,” ujar Cek Ram.
Ia berharap perhatian terhadap pembinaan olahraga pemuda dapat terus berlanjut di bawah kepemimpinan Keuchik Blang Poroh yang baru dilantik. Dengan dukungan pemerintah gampong dan partisipasi masyarakat, aktivitas olahraga diharapkan semakin berkembang serta menjadi ruang positif bagi generasi muda.
Juara III Bukan Sekadar Penghargaan
Keberhasilan meraih Juara III Lomba Gampong Merah Putih menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Blang Poroh pada 2026. Capaian tersebut tidak terlepas dari partisipasi warga dan keterlibatan pemuda dalam mendukung berbagai persiapan perlombaan.
Keuchik Ziaul Hadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga Blang Poroh mampu meraih prestasi di tingkat wilayah Kodim 0103/Aceh Utara.
“Alhamdulillah, Gampong Blang Poroh berhasil meraih Juara III Lomba Gampong Merah Putih tahun 2026. Terima kasih kepada para pemuda dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi serta memberikan dukungan,” katanya.
Di balik pencapaian itu, terdapat kontribusi Ketua Pemuda Edi Maulana, Ramli AR, dan Munawar yang turut menggerakkan partisipasi generasi muda dan masyarakat.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan gampong tidak semata-mata bergantung pada aparatur pemerintahan. Inisiatif warga, kepedulian pemuda, dan kemauan untuk bekerja bersama juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aktif dan berdaya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Lomba Gampong Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap kampung halaman. Prestasi yang diraih pun memperoleh makna lebih luas ketika hasilnya dimanfaatkan kembali untuk kepentingan bersama.
Kenduri Rakyat, Merawat Ingatan Kolektif
Puncak peringatan Milad ke-116 berlangsung melalui Kenduri Rakyat di Meunasah Gampong Blang Poroh. Warga berkumpul untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan panjang gampong yang telah melewati berbagai perubahan zaman.
Tanggal 10 Oktober 1910 menjadi penanda sejarah yang diperingati masyarakat pada tahun ini. Memasuki usia 116 tahun, Blang Poroh tidak hanya merayakan perjalanan masa lalu, tetapi juga memiliki kesempatan untuk merefleksikan arah pembangunan gampong pada masa mendatang.
Kenduri rakyat memiliki arti lebih dari sekadar tradisi berkumpul dan menikmati hidangan bersama. Di dalamnya terdapat ruang perjumpaan lintas generasi, tempat hubungan sosial dirawat, nilai kebersamaan diperkuat, dan rasa persaudaraan terus diwariskan.
Di tengah perubahan kehidupan masyarakat, tradisi semacam ini menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus menghapus akar budaya. Sebaliknya, kearifan lokal dapat menjadi fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih solid dan terbuka terhadap perkembangan zaman.
Usia Bertambah, Tanggung Jawab Masa Depan Menguat
Peringatan Milad ke-116 Blang Poroh menghadirkan dua pesan yang saling berkaitan, pentingnya menjaga warisan sejarah dan perlunya memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
Kenduri Rakyat merawat ikatan sosial, sementara dukungan perlengkapan olahraga menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap aktivitas pemuda. Keduanya memperlihatkan bahwa kehidupan gampong bertumpu pada keseimbangan antara tradisi, partisipasi masyarakat, dan upaya menyiapkan masa depan.
Bagi Blang Poroh, usia 116 tahun bukan sekadar angka dalam catatan sejarah. Momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan membangun gampong tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat menjaga persaudaraan, melibatkan generasi muda, dan menghadirkan manfaat dari setiap pencapaian.
Dari Kenduri Rakyat hingga bantuan perlengkapan olahraga, perayaan tahun ini membawa pesan sederhana, prestasi menjadi lebih berarti ketika hasilnya kembali untuk masyarakat, dan sejarah menjadi lebih hidup ketika diwariskan melalui tindakan nyata.
Blang Poroh merayakan masa lalunya dengan rasa syukur, merawat masa kini melalui kebersamaan, dan menatap masa depan dengan harapan agar semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam perjalanan gampong.(asp)


