ASPOST.ID-Pemerintah Aceh meniadakan pawai malam takbiran menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah, membuat rakyat Aceh kecewa. Malah, Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, menggantikan
dengan Festival Takbiran di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Bahkan, alasan meniadakan pawai takbiran itu sehubungan dengan adanya program strategis nasional yang akan berlangsung di Aceh yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Koordinator Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam kota Lhokseumawe Tgk. Sulaiman Lhok Weng, menyayangkan sikap Pemerintah Aceh yang tidak menggelar pawai takbiran Idul Fitri.
“Seharusnya, Pemerintah Aceh harus menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat atau (service), masyarakat Aceh ingin meluapkan rasa syukurnya setelah sebulan penuh berpuasa dengan bertakbir keliling di malam hari raya Idul Fitri,”ucap Tgk. Sulaiman Lhok Weng.
Ia menilai, banyak masyarakat Aceh kecewa atas sikap Pemerintah yang meniadakan takbir keliling dengan alasan PON dan Pilkada.
“Pawai takbir keliling dan daging meugang di Aceh sudah tidak bisa lagi di pisahkan dengan kehidupan masyarakat Aceh. Seharusnya, pemerintah Aceh bukan melarang takbir keliling ini dengan alasan yang tidak logis, tapi mereka harus memfasilitasi agar program takbir keliling ini sukses dan meriah sebagaimana yang di digelar oleh umat agama lainnya di Aceh saat merayakan hari rayanya,”terang Tgk. Sulaiman, dalam keterangannya kepada aspost.id, Sabtu, (6/4).
Ia berharap kedepannya, pengambil kebijakan di Aceh harus lebih peka dengan permasalahan tersebut agar jangan terjadi kegaduhan di masyarakat saat datangnya hari raya.
Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh pemangku kebijakan di Aceh untuk lebih paham dan mengerti bahwa Aceh adalah daerah khusus dan daerah istimewa. Maka banyak adat istiadat di tengah-tengah masyarakat Aceh yang telah menjadi kearifan lokal yang perlu di jaga.
Sementara itu, seperti dilansir antara, Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Zahrol Fajri, menyampaikan, untuk tahun ini tidak diadakan pawai takbir, tapi di gantikan dengan Festival Takbiran di halaman Masjid Raya pada malam lebaran.
Zahrol mengatakan, pawai takbiran tidak dapat digelar sehubungan dengan adanya program strategis nasional yang akan berlangsung di Aceh yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Sehingga sebagian program harus menyesuaikan untuk menyukseskan program nasional tersebut,”katanya.
Selain itu, sebut dia, alasan lain pawai obor menyambut Idul Fitri tahun ini ditiadakan juga karena kondisi jalanan di wilayah Banda Aceh yang sedang dalam perbaikan oleh dinas setempat.
“Terowongan-terowongan di jalan sedang diperbaiki itu sangat mengganggu arus lalu lintas,”ujarnya.
Meskipun tidak ada pawai obor, Zahrol menyampaikan, masyarakat Aceh tetap bisa merasakan kemeriahan malam Idul Fitri dengan menyaksikan gema takbiran yang diperlombakan di halaman Masjid Raya Baiturrahman. (asp)

