Close Menu
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
  • Dunia Islam
  • Internasional
  • Olahraga
  • Kabar Mahasiswa
  • Kesehatan
Pos-pos Terbaru
  • Dirjen LIP Kementan Apresiasi Peran TA Khalid Percepat Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabanjir di Aceh
  • Bupati Aceh Utara Serahkan DTH Rp2,9 Miliar untuk 1.620 KK Penyintas Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan
  • Pemko Lhokseumawe Percepat Relokasi Pengungsi Rohingya, Gandeng IOM Siapkan Hunian Terpadu
  • HMI Medan Dukung Penertiban Drainase, Desak Dinas SDABMBK Tindak Tegas Pelaku Usaha Alih Fungsi Parit
  • KOHATI Desak Audit CCTV Daycare di Aceh, Respons Serius Maraknya Dugaan Kekerasan Anak

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dirjen LIP Kementan Apresiasi Peran TA Khalid Percepat Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabanjir di Aceh

01/05/2026

Bupati Aceh Utara Serahkan DTH Rp2,9 Miliar untuk 1.620 KK Penyintas Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan

30/04/2026

Pemko Lhokseumawe Percepat Relokasi Pengungsi Rohingya, Gandeng IOM Siapkan Hunian Terpadu

30/04/2026
Kategori
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • Daerah
  • Decor
  • DUNIA ISLAM
  • Ekonomi
  • Home
  • INTERNASIONAL
  • KABAR HAJI
  • KABAR MAHASISWA
  • KESEHATAN
  • Kuta Raja
  • Nasional
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Opinion
  • OTOMOTIF
  • Pase
  • Picks
  • Politik
  • TEKNOLOGI
  • Uncategorized
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dirjen LIP Kementan Apresiasi Peran TA Khalid Percepat Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabanjir di Aceh
  • Bupati Aceh Utara Serahkan DTH Rp2,9 Miliar untuk 1.620 KK Penyintas Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan
  • Pemko Lhokseumawe Percepat Relokasi Pengungsi Rohingya, Gandeng IOM Siapkan Hunian Terpadu
  • HMI Medan Dukung Penertiban Drainase, Desak Dinas SDABMBK Tindak Tegas Pelaku Usaha Alih Fungsi Parit
  • KOHATI Desak Audit CCTV Daycare di Aceh, Respons Serius Maraknya Dugaan Kekerasan Anak
  • Bea Cukai Lhokseumawe Umumkan Status Barang Dikuasai Negara, Satu Unit Traga Bermuatan Rokok Ilegal Disita
  • UIN SUNA Lhokseumawe Wisuda 760 Lulusan di Tengah Raihan Akreditasi Unggul
  • Lhokseumawe Matangkan Tahapan Pilkades Serentak 2026, 47 Gampong Siap Gelar Pemilihan Keuchik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
ASPOST.IDASPOST.ID
Demo
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • INTERNASIONAL
  • Daerah
  • DUNIA ISLAM
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
ASPOST.IDASPOST.ID
Home»Daerah»Petani Garam Aceh Utara Dapat Berkah di Musim Kemarau
Daerah

Petani Garam Aceh Utara Dapat Berkah di Musim Kemarau

RedaksiBy Redaksi18/04/2024Updated:18/04/2024Tidak ada komentar3 Mins Read
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara Syarifuddin, didampingi Camat Kecamatan Lapang Zulfikar, beserta Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap Mukhlis, penyuluh perikanan, tim dinas dan koperasi Cot Meunarek memantau rumah tunnel garam di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Kamis (18/4/2024).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

ASPOST.ID- Petani garam yang berada di pesisir Aceh Utara, ternyata membawa berkah tersendiri dengan terjadinya musim kemarau ekstrem Betapa tidak, untuk proses pengkristalan garam yang lebih cepat membuat produktivitas petani garam meningkat.

Kondisi cuaca panas terik sebagai dampak dari fenomena El Nino membuat para petani garam bersemangat meningkatkan produktivitas. Sejak pagi hingga sore, petani garam mulai menata lahan tunnel hingga proses panen.

Sulaiman, salah satu petani garam Gampong Matang Tunong Kecamatan Lapang mengakui, fenomena El Nino menjadi berkah bagi para petani garam di pesisir Aceh Utara.

“Memasuki bulan Januari, petani garam mulai memaksimalkan hasil panen. Jika biasanya proses pengkristalan garam lebih dari dua minggu, saat ini panen bisa lebih cepat. Panen garam sangat menguntungkan, karena panasnya juga ada dan menghasilkan 350-400/kg dalam satu tunnel yang ukuran meja 10×4 meter,”ucap Sulaiman kepada awak media, pada Kamis (18/4).

Hal senada juga disampaikan petani garam lainnya, T. Miftahuddin di Kecamatan Seunuddon. Menurutnya, cuaca panas maksimal kali ini membuat hasil produktivitas garam meningkat. Biasanya dalam sepekan bisa mencapai 3 ton, namun saat ini bisa mencapai 4 ton hingga 6 ton. Begitu juga di Kecamatan Dewantara.

“Dua belas hari sekali langsung diangkat. Biasanya kan dua puluh hari sekali enggak seberapa, kalau panasnya terik ya 6 ton lebih,” terangnya.

Ketua Koperasi Cot Meunarek Kecamatan Lapang Irwansyah selaku pengolola Gudang Garam Nasional (GGN) mengatakan, bagi petani garam yang tidak memiliki gudang penyimpanan bisa di simpan di gudang tersebut.

Sementara untuk melihat potensi produktivitas garam itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara Syarifuddin, didampingi Camat Kecamatan Lapang Zulfikar, beserta Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap Mukhlis, penyuluh perikanan, tim dinas dan koperasi Cot Meunarek langsung turun kelokasi.

Tepatnya, di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara dalam rangka monitoring serta memastikan rumah tunnel garam yang telah dibangun oleh DKP Aceh Utara dan DKP Propinsi Aceh dapat bermanfaat bagi para petani Garam, Kamis, (18/4/2024).

Pada kesempatan tersebut beliau berdiskusi dan mendengarkan keluhan yang dihadapi petambak garam terkait dengan kelebihan dan kekurangan rumah tunnel garam tersebut sehingga bisa dibenahi.

“Dengan adanya tunnel ini, diharapkan kualitas garam akan lebih baik, lebih cepat panen dan jikalau hujan pun proses produksi garam tetap bisa berlangsung,”pinta Kepala DKP Aceh Utara,Syarifuddin.

Para petambak garam merasa terbantu dengan adanya tunnel garam ini, namun mereka berharap kolam air matang sebagai bahan baku sebelum masuk ke tunnel kalau bisa ditempatkan secara tertutup sehingga tak bercampur dikala hujan turun.

Masa bagi para petani garam untuk produksi garam bisa setiap tahun dengan sistem tunnel. Dalam satu bulan bisa panen 2 kali dengan harga yang memang masih perlu lebih baik lagi.

Keluhan lain juga di sampaikan pemenuhan kebutuhan garam untuk industri pengolahan, seperti prabrik es, aneka pangan, dan farmasi masih mengandalkan yang didatangkan dari luar daerah. Hal ini lantaran standar kualitas produksi garam dalam lokal yang belum memenuhi syarat kebutuhan industri tersebut. 

Syarifuddin menuturkan, sulit bagi petani garam untuk menggaet pelanggan dari pabrikan industri lantaran tidak ada barang atau jumlah produksi yang masih rendah.

“Setelah terjalin hubungan baik dengan pelanggan, ternyata barangnya tidak ada, itu yang perlu pemikiran kita untuk ke depan, karena kebutuhan industri ini sangat besar,” petani garam Aceh Utara hanya mampu untuk lokal saja, itupun tidak mencukupi,” ungkapnya. 

Sementara itu, guna mencapai terget tersebut, Kita harapkan untuk pembangunan tunnel garam di Aceh Utara perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi atau pemangku kepentingan lainnya.(asp/ril)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Related Posts

Bupati Aceh Utara Serahkan DTH Rp2,9 Miliar untuk 1.620 KK Penyintas Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan

30/04/2026

Pemko Lhokseumawe Percepat Relokasi Pengungsi Rohingya, Gandeng IOM Siapkan Hunian Terpadu

30/04/2026

HMI Medan Dukung Penertiban Drainase, Desak Dinas SDABMBK Tindak Tegas Pelaku Usaha Alih Fungsi Parit

30/04/2026
Leave A Reply Cancel Reply

Post Terbaru

Dirjen LIP Kementan Apresiasi Peran TA Khalid Percepat Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabanjir di Aceh

01/05/2026

Bupati Aceh Utara Serahkan DTH Rp2,9 Miliar untuk 1.620 KK Penyintas Banjir dan Longsor di 14 Kecamatan

30/04/2026

Pemko Lhokseumawe Percepat Relokasi Pengungsi Rohingya, Gandeng IOM Siapkan Hunian Terpadu

30/04/2026

HMI Medan Dukung Penertiban Drainase, Desak Dinas SDABMBK Tindak Tegas Pelaku Usaha Alih Fungsi Parit

30/04/2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Highlights
Daerah

KOHATI Desak Audit CCTV Daycare di Aceh, Respons Serius Maraknya Dugaan Kekerasan Anak

By Redaksi30/04/20260

ASPOST.ID-Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara mendesak Pemerintah Provinsi Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota untuk…

Bea Cukai Lhokseumawe Umumkan Status Barang Dikuasai Negara, Satu Unit Traga Bermuatan Rokok Ilegal Disita

30/04/2026

UIN SUNA Lhokseumawe Wisuda 760 Lulusan di Tengah Raihan Akreditasi Unggul

29/04/2026

Lhokseumawe Matangkan Tahapan Pilkades Serentak 2026, 47 Gampong Siap Gelar Pemilihan Keuchik

29/04/2026
Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

Aspost.id adalah portal berita online yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan wawasan yang mendalam dan fakta yang akurat kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan beragam.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.