ASPOST.ID- Kejadian mengejutkan terjadi di kawasan Waduk Pusong, Kota Lhokseumawe. Enam unit pintu air pada area reservoir dilaporkan hilang dan diduga dicuri oleh orang tak dikenal (OTK), sehingga memicu keresahan masyarakat di sekitar waduk.

Hilangnya fasilitas vital tersebut pertama kali diketahui saat petugas melakukan pemantauan kegiatan pengerukan sedimentasi di lokasi waduk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar melalui Kepala Bidang Pengairan, T. Syahrial, mengatakan pihaknya terkejut saat mendapati pintu air yang sebelumnya masih terpasang kini telah raib.

“Ketika kami melakukan pengecekan ke lokasi karena sedang ada kegiatan pengerukan sedimentasi, ternyata enam pintu air sudah tidak ada lagi. Diduga kuat hilang dicuri,” ujar Syahrial, kepada awak media, Kamis (12/3).

Menurutnya, pintu air tersebut terbuat dari material besi baja dengan ukuran besar dan bobot yang sangat berat, sehingga sulit dibayangkan bagaimana benda tersebut dapat dibongkar dan dibawa pergi.

“Kami benar-benar tidak menyangka. Pintu air itu sangat berat dan kokoh, sehingga hilangnya fasilitas tersebut di luar dugaan, dan pelaku kita duga lebih dari pada satu orang,”katanya.

Ia menjelaskan, total pintu air yang berada di reservoir Waduk Pusong berjumlah 12 unit. Sebanyak enam unit sebelumnya telah dibongkar oleh pihak dinas untuk keperluan perbaikan sekitar 15 hari lalu.

Sementara enam unit lainnya sengaja masih dibiarkan terpasang karena adanya permintaan dari petani keramba yang khawatir jika seluruh pintu air dibuka akan menyebabkan air meluap ke area tambak mereka.

“Awalnya direncanakan seluruh pintu air dibongkar untuk perbaikan. Namun, atas permintaan petani keramba, enam unit masih dipertahankan agar air tidak meluap ke tambak,” jelasnya.

Syahrial menegaskan, pihaknya segera melaporkan kasus tersebut secara resmi kepada aparat kepolisian agar dapat diusut hingga tuntas. Pasalnya, pintu air di waduk tersebut memiliki peran penting dalam mengendalikan debit air, terutama saat terjadi hujan deras maupun pasang air laut yang berpotensi memicu banjir.

“Laporan secara lisan sudah kami sampaikan kepada pihak kepolisian. Dalam waktu dekat akan kami lanjutkan dengan laporan tertulis agar kasus ini bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku pencurian tersebut, mengingat keberadaan pintu air sangat vital untuk menjaga sistem pengendalian air di kawasan Waduk Pusong Lhokseumawe.(red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version