
ASPOST.ID- Aparat Kepolisian yang mengawal aksi mahasiswa demo kenaikan harga BBM bersubsidi ke gedung DPRK Lhokseumawe dinilai terlalu represif dalam menghadapi mahasiswa berjumlah sekitar dua ribuan orang, pada Senin (12/9) siang.
Tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa, seolah-olah menganggap mahasiswa itu sebagai lawan. Padahal, mahasiswa hadir untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa terkait persoalan kenaikan harga BBM bersubsidi dan masalah lainnya kepada DPRK, sebagai wakil rakyat Lhokseumawe, untuk diteruskan kepada DPR Aceh dan DPR RI di Jakarta.
“Maksud kami ke sini untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa , tapi polisi sudah bersikap represif terhadap mahasiswa yang seolah-olah lawan,”terang Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Demo Mahasiswa, Arif Munandar kepada awak media usai aksi demo, Senin (12/9).
Ia mengatakan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada ketua DPRK Lhokseumawe saat menerima kehadiran mahasiswa, untuk dibuka ruang dialog, tapi tetap tidak diindahkan. “Kami menyayangkan sikap DPRK Lhokseumawe dan seolah-olah menelantarkan dan tidak menunjukkan keterpihahkan kepada rakyat. Kami datang atas nama mahasiswa menyampaikan aspirasi dan segala keluhan dari para masyarakat,”terangnya. (asp)