ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir besar. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyerahkan bantuan alat tulis sekolah dan sarana pendukung pendidikan kepada SD Negeri 3 Muara Satu dan SMP Negeri 17 Lhokseumawe di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Rabu (17/12/2025).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan normal setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, S.KM., M.S.M., Camat Muara Satu Mustazir Ramli, S.IP., M.Si., Kepala Bagian Prokopim Setdako Hermawan, S.T., M.A.P., para kepala sekolah penerima bantuan, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe.

Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas pendidikan di Gampong Ujong Pacu. Hampir seluruh perabot sekolah dan sarana pendukung pembelajaran tidak dapat digunakan. Ruang kelas dipenuhi lumpur, perangkat elektronik rusak, serta buku dan bahan ajar terendam air, sehingga aktivitas belajar siswa sempat terhenti.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengerahkan relawan dan perangkat daerah terkait untuk melakukan pembersihan lumpur dan sisa material banjir di lingkungan sekolah agar kegiatan pendidikan dapat kembali berlangsung secara bertahap.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 250 paket alat tulis siswa untuk SD Negeri 3 Muara Satu, serta satu unit perangkat Starlink sebagai dukungan akses internet sekolah. Seluruh bantuan tersebut bersumber dari BPMP Aceh.

Sementara itu, SMP Negeri 17 Lhokseumawe menerima 30 paket alat tulis siswa yang dilengkapi dengan seragam sekolah dan seragam Pramuka dari BPMP Aceh.

Sekolah tersebut juga mendapatkan 34 unit meja belajar dan 68 unit kursi siswa yang merupakan bantuan dari Pesantren/SMP Tahfidz Abdurrahman Basuri, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Selain bantuan pendidikan, turut disalurkan pakaian dan berbagai perlengkapan lainnya hasil penggalangan donasi dari pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe serta sejumlah pihak, yang diperuntukkan bagi anak-anak dan masyarakat Gampong Ujong Pacu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa pendidikan merupakan layanan dasar yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun.

“Pendidikan tidak boleh berhenti meskipun kita menghadapi bencana. Pemerintah Kota Lhokseumawe akan terus hadir memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemulihan sarana dan prasarana pendidikan akan terus dilakukan secara bertahap agar sekolah kembali aman dan nyaman digunakan.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekolah dan siswa, sekaligus mempercepat pemulihan proses belajar mengajar,” tambahnya.

Gampong Ujong Pacu merupakan salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat banjir, di mana ratusan kepala keluarga sempat mengungsi akibat terisolasinya kawasan tersebut. Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi dalam penanganan pascabencana dan pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version