ASPOST.ID- Pemerintah pusat memastikan percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) serta penyediaan infrastruktur darurat bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara dan sejumlah daerah lain di Provinsi Aceh. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Langkahan, Senin (15/12).
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Suharyanto menegaskan bahwa kehadiran negara menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Pemerintah, kata dia, bergerak cepat untuk memastikan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan yang layak dan aman.
“Negara hadir untuk masyarakat. Kami memastikan pembangunan hunian sementara dan infrastruktur darurat segera dilakukan agar warga terdampak dapat hidup dengan nyaman sambil menunggu hunian tetap,” ujar Suharyanto.
Ia menjelaskan, lokasi Huntara telah ditetapkan oleh Bupati Aceh Utara dan akan digunakan hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) selesai. Sementara itu, bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat, pemerintah memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp600 ribu per bulan selama enam bulan.
“Target kami, dalam enam bulan hunian tetap sudah rampung. Jika belum selesai, bantuan biaya hidup akan terus diberikan hingga rumah warga benar-benar siap ditempati,” jelasnya.
Selain penyediaan Huntara, pemerintah pusat juga mengalokasikan bantuan pembangunan rumah berdasarkan tingkat kerusakan akibat banjir bandang. Rinciannya, bantuan sebesar Rp60 juta diberikan untuk rumah rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNPB menyaksikan langsung kondisi permukiman warga yang terdampak parah, bahkan sejumlah kawasan dilaporkan bersih tersapu banjir bandang. Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum percepatan penanganan pascabencana, tidak hanya di Kecamatan Langkahan, tetapi juga di wilayah lain di Aceh Utara yang mengalami dampak signifikan.
Kunjungan Kepala BNPB turut didampingi Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Plt. Sekretaris Daerah Aceh Utara Dr.(c). H. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran, serta Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI menegaskan kuatnya sinergi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.
Sebagai bagian dari masa tanggap darurat, BNPB juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis yang diterima langsung oleh Camat Langkahan T. Reza Ichwan, S.STP., M.A.P. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPB serta jajaran TNI. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.(asp)
