ASPOST.ID- Suasana penuh keakraban mewarnai kunjungan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, ke Kabupaten Bireuen, Aceh. Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersilaturahmi dengan pimpinan Pesantren Rauhul Mudi Al Aziziyah, Tgk Muhammad Yusuf yang akrab disapa Abiya Jeunieb, pada Kamis (20/8).
Selain bersilaturahmi, kunjungan tersebut juga diisi dengan pemberian bantuan kepada para santri yang sedang menimba ilmu dan mondok di pesantren pimpinan Abiya Jeunieb.
Kehadiran jenderal bintang tiga tersebut menjadi momentum mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kehidupan pendidikan dan pembinaan generasi muda di lingkungan pesantren.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo diketahui merupakan putra mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Try Sutrisno. Saat ini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Panglima Kogabwilhan I.
Dalam kunjungan ke Pesantren Rauhul Mudi Al Aziziyah, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo turut didampingi Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran yang juga menjabat sebagai Danrindam Iskandar Muda, Komandan Kodim (Dandim) Bireuen, serta sejumlah perwira TNI lainnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Silaturahmi antara jajaran TNI dengan ulama dan pimpinan pesantren tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Pimpinan Pesantren Rauhul Mudi Al Aziziyah, Tgk Muhammad Yusuf akrab disapa Abiya Jeunieb, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Panglima Kogabwilhan I beserta rombongan.
Ia juga mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para santri di pesantrennya.
“Terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang telah diberikan kepada kami dan para santri. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan membawa keberkahan serta manfaat bagi kita semua.Semoga Allah membalas kebaikannya,”ucap Abiya Jeunieb.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga memperlihatkan kedekatan antara unsur pimpinan TNI dengan ulama dan lembaga pendidikan Islam di Aceh.
Bantuan yang diserahkan kepada para santri diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap para generasi muda yang tengah menuntut ilmu di lingkungan pesantren.(asp)


