ASPOST.ID – Peta persaingan menuju Kongres II Partai Nanggroe Aceh (PNA) Tahun 2026 mulai mengerucut. Misbahul Munir, yang akrab sapaan Rahul Cobra, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PNA, Senin (3/8/2026).
Rahul disebut-sebut menjadi kandidat terkuat setelah mengantongi dukungan dari 18 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA tingkat kabupaten/kota di Aceh. Jumlah tersebut jauh melampaui syarat minimal pencalonan yang ditetapkan panitia kongres, yakni dukungan dari sedikitnya tujuh DPW atau 30 persen wilayah kepengurusan.
Rahul saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PNA Aceh Utara dan dikenal sebagai salah satu tokoh politik Aceh yang memiliki rekam jejak panjang di parlemen. Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Utara pada periode 2009–2012 melalui Partai Aceh, sebelum kemudian bergabung dengan PNA.
Sejak bergabung dengan PNA, Rahul kembali dipercaya masyarakat untuk duduk sebagai anggota DPRK Aceh Utara dan pada periode berikutnya kembali terpilih hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Utara.
Lahir pada 18 November 1980, Rahul menempuh pendidikan di SD Negeri Mesjid Menyee, SMP Negeri 3 Kutamakmur, SMA Negeri 1 Kutamakmur, kemudian menyelesaikan pendidikan tinggi di Program Studi Teknik Sipil Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Selain aktif di dunia politik, Rahul juga memiliki rekam jejak di bidang olahraga dan kemanusiaan. Ia pernah menjadi Ketua Kontingen Aceh Utara pada PORPROV XI Aceh di Bireuen tahun 2010, menjabat Ketua Umum KONI Aceh Utara periode 2011–2015, serta menjadi Anggota Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Aceh Utara.
Usai mendaftarkan diri, Rahul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DPW yang telah memberikan dukungan sehingga proses pencalonannya berjalan lancar.
Menurutnya, PNA saat ini membutuhkan persatuan yang kuat untuk menghadapi tantangan politik yang semakin kompetitif di Aceh.
“Kalau tidak ada kebersamaan, sulit bagi kita melakukan perubahan besar. Bahkan untuk melakukan perubahan nama maupun lambang partai sesuai kebutuhan organisasi akan terkendala apabila kekuatan politik kita tidak solid,” ujar Rahul kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, selain memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kontribusi pendaftaran, dukungan terhadap dirinya masih terus bertambah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah DPW lainnya.
Dukungan yang telah dikantongi berasal dari berbagai wilayah Aceh, mulai dari Pantai Timur seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang dan Bireuen, wilayah tengah meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara, hingga kawasan Barat Selatan seperti Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Simeulue, serta Aceh Besar.
Mengusung visi membangkitkan kembali kejayaan PNA, Rahul menegaskan fokus utamanya adalah memulihkan kepercayaan masyarakat, memperkuat konsolidasi internal, serta menyatukan kembali seluruh elemen partai yang selama ini terfragmentasi.
Ia juga menargetkan PNA mampu memenuhi seluruh persyaratan verifikasi faktual agar kembali menjadi peserta Pemilu mendatang dengan struktur kepengurusan yang solid di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
“Yang paling penting adalah mengembalikan kepercayaan rakyat kepada PNA serta menyatukan kembali keluarga besar partai agar mampu menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Aceh,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, memastikan hingga batas waktu pendaftaran, Misbahul Munir merupakan satu-satunya bakal calon yang telah melengkapi seluruh persyaratan pencalonan.
“Sejauh ini baru satu kandidat yang telah menyerahkan seluruh dokumen persyaratan secara lengkap, yakni Misbahul Munir akrab disapa Rahul dari DPW Aceh Utara,” ujar Tgk. Nurdin Ramli didampingi Kuasa Hukum PNA, Haspan Yusuf Ritonga, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, persyaratan pencalonan Ketua Umum PNA meliputi formulir pendaftaran bermeterai, dukungan minimal tujuh DPW atau 30 persen dari total kepengurusan wilayah, serta kontribusi dana pendaftaran sebesar Rp100 juta.
“Dari hasil verifikasi panitia, saudara Rahul telah menyerahkan 18 surat dukungan dari DPW kabupaten/kota. Dengan demikian, seluruh syarat pencalonan telah terpenuhi,” tegasnya.
Dengan dukungan mayoritas DPW yang telah dikantongi, Rahul Cobra kini berada di posisi terdepan dalam bursa Ketua Umum PNA. Kongres II PNA dipandang menjadi momentum penting bagi partai lokal Aceh tersebut untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah baru menghadapi dinamika politik dan Pemilu mendatang.(*)

