ASPOST.ID- Air susu dibalas dengan air tuba. Istilah itu yang cocok disandangkan kepada warga Rohingya yang telah diselamatkan oleh masyarakat Aceh Utara. Malah kabur dari tempat penampungan di bekas Kantor Imigrasi Punteuet Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
29 warga Rohingya itu berhasil kabur dalam dua gelombang. Yakni pada Selasa (3/1) lalu ada 24 orang dan Rabu (4/1) kemarin terdapat 5 orang juga berhasil kabur.
Hal itu dibenarkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kapolsek Blang Mangat Iptu Sapruddin dikonfirmasi awak media, Kamis (5/1). Ia mengatakan, para imigran Rohingya berhasil kabur setelah merusak pagar bekas kantor Imigrasi Punteuet di Gampong Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe.
“Pasca kaburnya puluhan warga Rohingya itu baru diketahui oleh pihak UNHCR, ketika melakukan pengecekan rutin jumlah mereka yang berada dalam tempat penampungan sementara bekas kantor Imigrasi Punteuet,”kata Kapolsek Blang Mangat ini.
Disebutkan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui tujuan kaburnya mereka. Padahal selama ini sudah mendapatkan penanganan yang baik dari UNHCR sebagai lembaga PBB yang menangani pengungsi lintas negara.
“Ya kuat dugaan kita, mereka pasti lari ke Medan Provinsi Sumatera Utara, kemudian dari Medan menuju ke Malaysia,”terangnya.
Untuk mencegah kaburnya imigran Rohingya dari penampungan, pihaknya sudah meminta UNHCR agar dapat meningkatkan pengamanan di bekas kantor Imigrasi Punteuet sebagai lokasi penampungan sementara ratusan pengungsi Rohingya. Akan tetapi, sejauh ini belum terealisasi dan akibatnya mereka dengan mudah bisa kabur dari tempat penampungan.
Sementara itu, kaburnya imigran Rohingya bukan kali pertama dan sudah berulang kali. Awalnya, jumlah yang ditampung di bekas kantor Imigrasi Punteuet sebanyak 229 orang. Mereka terdampar dalam dua gelombang yakni di perairan kawasan Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Dewantara, Aceh Utara pada November 2022.
Kini, mereka tersisa sekitar 140 orang lagi dan 89 orang sudah berhasil kabur. Dengan rincian, pada 13 Desember 2022 sebanyak 23 orang, 16 Desember 2022 ada empat orang, 19 Desember 2022 satu orang, 20 Desember 2022 empat orang dan 21 Desember 2022 ada 28 orang. Kemudian,
pada Selasa 3 Januari 2023 ada 24 orang dan Rabu 4 Januari 2023 juga 5 orang berhasil kabur. (rakyataceh/asp)

