ASPOST.ID- Dari Gampong Jambo Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, terdapat sebuah cerita baru tentang kepemimpinan perempuan lahir di Kota Lhokseumawe.
Di tengah persaingan Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) Serentak 2026 yang mayoritas diikuti kandidat laki-laki, nama Sitti Aman mencuat sebagai satu-satunya perempuan yang berhasil terpilih menjadi keuchik di Kota Lhokseumawe.
Kemenangan itu diraih dalam pemilihan Keuchik Gampong Jambo Mesjid yang berlangsung di Meunasah Jambo Mesjid, Ahad (20/9/2026).
Sitti Aman mengantongi 171 suara, mengungguli tiga kandidat lainnya. Rusli Aghani memperoleh 85 suara, M. Yakob 65 suara, sedangkan Ibrahim meraih 165 suara.
Dari total 600 warga yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT), sebanyak 480 pemilih menggunakan hak suaranya. Sementara 120 pemilih lainnya tidak hadir ke tempat pemungutan suara.
Angka-angka tersebut akhirnya membawa Sitti Aman ke kursi kepemimpinan Gampong Jambo Mesjid untuk periode 2026–2032.
Namun, kemenangan tersebut tidak sekadar mencatat pergantian keuchik.
Ada cerita yang lebih besar di baliknya, seorang perempuan asli Jambo Mesjid berhasil memperoleh kepercayaan warga untuk memimpin pemerintahan gampong selama enam tahun ke depan.
Ketika Perempuan Mendapat Kepercayaan
Pilchikgam 2026 Lhokseumawe juga diwarnai kehadiran kandidat perempuan lainnya. Murnilawati maju sebagai calon keuchik di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti. Namun, ia belum berhasil memenangkan pemilihan.
Dengan hasil tersebut, Sitti Aman menjadi satu-satunya perempuan yang terpilih sebagai keuchik dalam Pilchikgam Serentak 2026 dari 47 gampong di Kota Lhokseumawe.
Bagi masyarakat Jambo Mesjid, kemenangan itu menjadi bagian dari perjalanan baru gampong mereka.
Kepercayaan yang diberikan warga kini membawa Sitti Aman pada tantangan yang lebih besar, membuktikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memenangkan pemilihan, tetapi juga tentang menghadirkan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.
Dari Politik Elektoral ke Politik Pelayanan
Sitti Aman membawa sejumlah gagasan yang berangkat dari persoalan sehari-hari masyarakat.
Pelayanan publik, kesehatan, kesejahteraan warga dan pemberdayaan generasi muda menjadi beberapa sektor yang mendapat perhatian dalam arah kepemimpinannya.
Salah satu gagasan yang diusungnya berkaitan dengan warga yang membutuhkan pengobatan lanjutan di luar daerah.
Ia mengusulkan adanya kompensasi sebesar Rp2 juta bagi warga yang sakit dan harus menjalani rujukan menggunakan ambulance, termasuk warga yang harus mendapatkan perawatan hingga ke Banda Aceh.
Gagasan tersebut diarahkan untuk membantu meringankan beban keluarga, terutama ketika warga harus menghadapi biaya perjalanan, kebutuhan pendamping serta berbagai pengeluaran lain selama proses pengobatan.
Bagi masyarakat yang sedang berhadapan dengan persoalan kesehatan, dukungan semacam itu bukan sekadar angka. Ia dapat menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga ketika kondisi sedang sulit.
Perhatian untuk Warga Rentan
Perhatian Sitti Aman juga diarahkan kepada kelompok lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.
Ia berkomitmen memperjuangkan warga yang membutuhkan perhatian pemerintah, termasuk masyarakat yang belum memperoleh bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Namun, akses terhadap bantuan tersebut tetap akan diarahkan sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Gagasan itu memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang ingin menempatkan pemerintah gampong sebagai pihak yang lebih dekat dengan persoalan warga.
Bukan hanya membangun jalan, fasilitas umum atau infrastruktur, tetapi juga memastikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat mendapat perhatian.
Pemuda dan Masa Depan Jambo Mesjid
Satu sektor lain yang menjadi perhatian Sitti Aman adalah generasi muda.
Baginya, pembangunan gampong tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik. Pemuda juga perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, berkegiatan dan mengembangkan potensi.
Olahraga menjadi salah satu bidang yang ingin mendapat dukungan.
Kebutuhan sederhana seperti bola voli, net dan perlengkapan olahraga lainnya menjadi bagian dari aspirasi pemuda yang ingin diakomodasi dalam pemerintahannya.
Ruang bagi anak muda, menurut arah program yang dibawanya, diharapkan dapat mendorong munculnya lebih banyak kegiatan positif di tingkat gampong.
Enam Tahun di Depan
Kini, euforia kemenangan telah berganti menjadi pekerjaan rumah.
Sitti Aman telah mendapatkan mandat warga Jambo Mesjid. Enam tahun ke depan akan menjadi ruang pembuktian atas gagasan dan program yang ia bawa saat mengikuti kontestasi Pilchikgam.
Dari Meunasah Jambo Mesjid, suara warga telah menentukan arah kepemimpinan gampong.
Sitti Aman bukan hanya mencatat kemenangan pribadi. Ia juga menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil terpilih sebagai keuchik dalam Pilchikgam Serentak 2026 di Lhokseumawe.
Selanjutnya, ia tinggal menunggu penetapan Keuchik terpilih dalam bulan September ini dan pelantikan secara serentak di Kota Lhokseumawe yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026.
Dari Jambo Mesjid, sebuah babak baru kepemimpinan perempuan di tingkat gampong pun dimulai.(asp)


