ASPOST.ID- Prosesi penyematan tanda pangkat dan burung Garuda menjadi salah satu momen penting bagi Muhammad Syafari, Keuchik Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Muhammad Syafari menjadi salah satu keuchik yang mewakili Kecamatan Muara Dua dalam prosesi simbolis tersebut saat pelantikan dan pengambilan sumpah 47 keuchik terpilih serta satu Keuchik Pengganti Antarwaktu (PAW) di Gedung Harun Convention Hall, Lhokseumawe, Kamis (8/10/2026).
Prosesi penyematan dilakukan langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya periode kepemimpinan baru para keuchik hasil Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) 2026.
Dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe, masing-masing satu keuchik dipercaya mengikuti prosesi penyematan secara simbolis. Kecamatan Banda Sakti diwakili Keuchik Tumpok Teungoh, Zulkarnaen. Kecamatan Blang Mangat diwakili Keuchik Keude Punteuet, Hananan Faisal, sedangkan Kecamatan Muara Dua diwakili Muhammad Syafari. Sementara satu keuchik lainnya mewakili Kecamatan Muara Satu.
Prosesi adat turut mewarnai pelantikan melalui peusijuek yang dilakukan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe, Saifuddin Saleh.
Bagi Muhammad Syafari, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan administratif. Ia kini kembali dipercaya memimpin Gampong Lhok Mon Puteh untuk periode 2026–2032 setelah memenangkan Pilchikgam.
Dalam pemungutan suara, Muhammad Syafari yang merupakan calon nomor urut 2 memperoleh 325 suara. Ia mengungguli calon nomor urut 1, Mahmuddin, yang meraih 187 suara.
Membawa Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Terpilihnya kembali Muhammad Syafari membawa ekspektasi baru masyarakat terhadap arah pembangunan Gampong Lhok Mon Puteh dalam enam tahun mendatang.
Ia mengusung visi menjadikan Lhok Mon Puteh sebagai gampong yang maju, aman, sejahtera, sehat, transparan dan bermartabat.
Visi tersebut diarahkan melalui keberlanjutan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan keterlibatan masyarakat dalam setiap agenda pembangunan gampong.
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama. Namun, pembangunan tidak hanya diarahkan pada aspek fisik, melainkan juga pada peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengembangan usaha kecil, pembukaan peluang peningkatan pendapatan serta penguatan potensi masyarakat menjadi bagian dari agenda yang akan didorong selama periode kepemimpinannya.
Keamanan dan Pemuda Jadi Perhatian
Muhammad Syafari juga menempatkan keamanan dan ketertiban lingkungan sebagai bagian penting dalam menciptakan gampong yang kondusif.
Menurut arah program yang disiapkannya, pemerintah gampong perlu memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, pemuda dan unsur terkait untuk menjaga keamanan sekaligus mempererat keharmonisan sosial.
Generasi muda juga diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi ikut mengambil peran dalam berbagai kegiatan olahraga, sosial, keagamaan, kreativitas dan pembangunan gampong.
Pelayanan Publik Harus Lebih Terbuka
Di sektor pelayanan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian.
Pemerintahan gampong diarahkan mampu memberikan pelayanan secara cepat, terbuka dan adil, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kelompok rentan serta kegiatan sosial di tingkat gampong.
Transparansi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan gampong.
Muhammad Syafari menekankan pentingnya pengelolaan pemerintahan yang terbuka dan bertanggung jawab dengan tetap melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat partisipasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah gampong.
Siap Jalankan Arahan Wali Kota
Usai dilantik, Muhammad Syafari menegaskan kesiapannya menjalankan amanah masyarakat sekaligus melaksanakan program kerja yang telah disiapkan.
Ia juga menyatakan siap mengikuti arahan Wali Kota Lhokseumawe sebagaimana disampaikan dalam sambutan pelantikan, terutama terkait penguatan pemerintahan gampong dan pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Dengan amanah baru untuk periode 2026–2032, Muhammad Syafari menghadapi tantangan untuk menerjemahkan visi pembangunan tersebut menjadi program yang terukur, transparan dan dirasakan langsung oleh masyarakat Lhok Mon Puteh.
Bagi masyarakat, pelantikan bukanlah titik akhir dari proses Pilchikgam, melainkan awal dari tuntutan baru agar kepemimpinan gampong mampu menjaga kepercayaan publik dan membawa pembangunan berjalan secara berkelanjutan. (asp)


