ASPOST.ID- Sebanyak 87.129 warga yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan menjadi bagian dari momentum besar demokrasi gampong di Kota Lhokseumawe. Mereka dijadwalkan menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) serentak di 47 gampong pada Ahad besok, 20 September 2026.
Pilchikgam tahun ini menjadi salah satu agenda demokrasi tingkat gampong terbesar di Lhokseumawe. Dari total 68 gampong yang ada di kota tersebut, sebanyak 47 gampong mengikuti pemilihan secara serentak di empat kecamatan, yakni Banda Sakti, Muara Dua, Muara Satu dan Blang Mangat.
Pelaksanaan serentak ini juga menjadi catatan penting dalam perjalanan pemerintahan gampong di Kota Lhokseumawe. Pemerintah Kota Lhokseumawe sebelumnya menetapkan tahapan pemilihan dimulai sejak Mei 2026, dengan pemungutan suara dijadwalkan 20 September dan pelantikan keuchik terpilih pada 6 Oktober 2026.
Namun, menjelang pencoblosan, perhatian pemerintah kini tertuju pada tingkat partisipasi masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Lhokseumawe, Safriadi, S.STP., M.S.M., menegaskan seluruh unsur pemerintahan gampong harus bekerja maksimal untuk mendorong masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pasalnya, apabila tingkat kehadiran pemilih tidak mencapai 50 persen plus satu, pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap Pj Keuchik dan aparatur gampong yang bersangkutan.
“Kalau tidak mencapai 50+1, kami pastikan sudah diganti dan ditunjuk Pj Keuchik yang baru nantinya pada 25 September,” tegas Safriadi, kepada aspost.id, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, pergantian tersebut bukan sekadar pergantian pejabat. Pj Keuchik baru nantinya juga akan diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aparatur gampong.
Dengan demikian, partisipasi warga bukan hanya menjadi ukuran keberhasilan penyelenggaraan Pilchikgam, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan gampong.
Safriadi meminta Pj Keuchik, Sekretaris Gampong, Kepala Urusan, Kepala Dusun serta seluruh aparatur gampong bersama-sama mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya.
“Mari hadir dan ramaikan TPS Pilchiksung di gampong masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa memilih pemimpin merupakan amanah. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 58 serta hadis Rasulullah SAW mengenai tanggung jawab setiap orang sebagai pemimpin.
Waktu Pemungutan Suara
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Apabila hingga batas waktu tersebut tingkat partisipasi yang dipersyaratkan belum terpenuhi, Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) dapat memberikan tambahan waktu pencoblosan selama tiga jam, mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam pelaksanaannya, pemilih akan memberikan suara secara langsung dengan memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. Proses pemilihan dilaksanakan dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Pemerintah Kota Lhokseumawe juga sebelumnya menekankan pentingnya netralitas serta profesionalisme seluruh panitia pemilihan.
Tumpok Teungoh Punya DPT Terbesar
Dari data DPT yang telah dihimpun, Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe tercatat memiliki jumlah pemilih terbesar, yakni 6.075 orang.
Sementara itu, jumlah DPT paling sedikit tercatat di Gampong Keude Punteuet, Kecamatan Blang Mangat dengan 347 pemilih.
Besarnya jumlah pemilih tersebut membuat Pilchikgam 2026 tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan di tingkat gampong, tetapi juga menjadi ujian partisipasi publik dalam menentukan arah pemerintahan desa di Kota Lhokseumawe.
Sebanyak 47 gampong kini bersiap memasuki hari penentuan. Besok, 20 September 2026, ribuan warga akan menentukan pilihan mereka di TPS masing-masing sekaligus menentukan apakah target partisipasi pemilih yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.(asp)

