Close Menu
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
  • Dunia Islam
  • Internasional
  • Olahraga
  • Kabar Mahasiswa
  • Kesehatan
Pos-pos Terbaru
  • Mendagri Tito Dorong Pemda Aktif Lindungi Anak di Ruang Digital, Program Masuk RPJMD hingga APBD
  • Transaksi QRIS Selama BSI Fest Ramadhan 1447 H di Banda Aceh Capai Ratusan Juta Rupiah
  • Mualem Lepas Program Mudik Gratis Aceh 2026, Ribuan Warga Diberangkatkan Menuju Kampung Halaman
  • KPK: Kepala Daerah Tak Perlu Beri “THR Tambahan” ke Forkopimda, Negara Sudah Gelontorkan Rp55,1 Triliun
  • Kapolres Lhokseumawe Bangun Sumur Bor Masjid Syuhada Cot Plieng, Nyak Man: Bukti Kepedulian Nyata kepada Masyarakat

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mendagri Tito Dorong Pemda Aktif Lindungi Anak di Ruang Digital, Program Masuk RPJMD hingga APBD

16/03/2026

Transaksi QRIS Selama BSI Fest Ramadhan 1447 H di Banda Aceh Capai Ratusan Juta Rupiah

16/03/2026

Mualem Lepas Program Mudik Gratis Aceh 2026, Ribuan Warga Diberangkatkan Menuju Kampung Halaman

16/03/2026
Kategori
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • Daerah
  • Decor
  • DUNIA ISLAM
  • Ekonomi
  • Home
  • INTERNASIONAL
  • KABAR HAJI
  • KABAR MAHASISWA
  • KESEHATAN
  • Kuta Raja
  • Nasional
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Opinion
  • OTOMOTIF
  • Pase
  • Picks
  • Politik
  • TEKNOLOGI
  • Uncategorized
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mendagri Tito Dorong Pemda Aktif Lindungi Anak di Ruang Digital, Program Masuk RPJMD hingga APBD
  • Transaksi QRIS Selama BSI Fest Ramadhan 1447 H di Banda Aceh Capai Ratusan Juta Rupiah
  • Mualem Lepas Program Mudik Gratis Aceh 2026, Ribuan Warga Diberangkatkan Menuju Kampung Halaman
  • KPK: Kepala Daerah Tak Perlu Beri “THR Tambahan” ke Forkopimda, Negara Sudah Gelontorkan Rp55,1 Triliun
  • Kapolres Lhokseumawe Bangun Sumur Bor Masjid Syuhada Cot Plieng, Nyak Man: Bukti Kepedulian Nyata kepada Masyarakat
  • Kapolres Lhokseumawe Hadiri Buka Puasa Bersama KPA Wilayah Samudera Pasee di Masjid Syuhada Cot Plieng
  • AS Tetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris di Tiga Negara Timur Tengah
  • Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Pemerintah Siapkan Strategi WFA dan Penguatan Transportasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
ASPOST.IDASPOST.ID
Demo
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • INTERNASIONAL
  • Daerah
  • DUNIA ISLAM
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
ASPOST.IDASPOST.ID
Home»Nasional»Ternyata Ini Alasan PKI Incar Para Jenderal Angkatan Darat
Nasional

Ternyata Ini Alasan PKI Incar Para Jenderal Angkatan Darat

RedaksiBy Redaksi30/09/2021Updated:30/09/2021Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

ASPOST.ID-Sejumlah jenderal Angkatan Darat menjadi korban kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI l) pada 1965. Peristiwa tersebut dikenal dengan G30S PKI.

Peristiwa G30S PKI yang terjadi 56 tahun lalu masih sangat lekat di ingatan masyarakat Indonesia. Ketika itu, pasukan Tjakrabirawa (Cakrabirawa) yang telah disusupi PKI dan dikomandoi Lettu Doel Arief menculik para jenderal dan seorang perwira Angkatan Darat.

Ketujuh tokoh tersebut adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen Suprapto, Mayjen S.Parman, Brigjen D.I Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, Brigjen M.T Haryono, dan Lettu Pierre Tenderan. Pertanyaan selanjutnya yang timbul adalah, mengapa PKI menyasar para jenderal Angkatan Darat untuk dilumpuhkan?

Tragedi ’65 sebenarnya adalah buah dari konflik panjang antara Angkatan Darat (AD) dengan PKI. Dalam buku ‘Tragedi Fajar’ karya Agus Salim disebutkan bahwa perseteruan AD dan PKI terjadi sejak masa revolusi kemerdekaan.

Pada tahun 1948, meletus Peristiwa Madiun yang melibatkan para golongan kiri seperti PBI (Partai Buruh Indonesia), Partai Sosialis, dan FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang di dalamnya terdapat anggota PKI. Mereka diduga melakukan pemberontakan dengan cara mendirikan pemerintahan Uni Soviet-Indonesia di Madiun.

Oleh karenanya, pemerintah gencar melakukan operasi militer. Penumpasan ini berhasil, hingga kaum kiri tercerai-berai. Suhu panas PKI-AD pun kian terasa. Jajaran Angkatan Darat merasa bahwa antikomunisme selalu melekat dalam kesatuan dan diri masing-masing perwira. Komunis adalah musuh utama bagi Angkatan Darat.

Semakin Keruh
Persaingan PKI dan AD semakin kental di tahun 1965. Mengutip buku ‘Gerakan Makar G 30 S/PKI’ karya Arin Kusumaningrum, saat itu AD menolak pembentukan Angkatan Kelima yang diinisiasi PKI. Jenderal Nasution dan Letjen Ahmad Yani, adalah dua petinggi Angkatan Darat yang lantang menolak masuknya kaum komunis ke dalam ranah angkatan bersenjata.

Merasa geram, PKI menguapkan isu adanya ‘Dewan Jenderal’ yang berencana untuk menggeser posisi Soekarno. Hal itu yang kemudian semakin menguatkan niat untuk melakukan penculikan.

Pengaruh PKI semakin terasa kuat di Tanah Air. Mereka bahkan merampas tanah milik kelompok elite. Hasil rampasan itu kemudian dibagikan kepada petani miskin pro-PKI. Apalagi, pengaruh PKI berhasil menyerobot masuk ke dalam Pasukan Tjakrabirawa yang merupakan pasukan pengawal presiden.

Akhirnya, niat untuk menculik para jenderal pun direalisasikan. Niat awalnya, petinggi Angkatan Darat yang masuk dalam daftar itu hanya diculik. Namun, saat kegiatan penculikan akan dilakukan, pelaksana tugas Lettu Doel Arif mengeluarkan perintah bahwa para jenderal harus dibawa dalam keadaan hidup atau mati. Hal itulah yang menyebabkan rencana awal menjadi kacau. (sindonews/aspost)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
Redaksi
  • Website

Related Posts

Mendagri Tito Dorong Pemda Aktif Lindungi Anak di Ruang Digital, Program Masuk RPJMD hingga APBD

16/03/2026

KPK: Kepala Daerah Tak Perlu Beri “THR Tambahan” ke Forkopimda, Negara Sudah Gelontorkan Rp55,1 Triliun

16/03/2026

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Pemerintah Siapkan Strategi WFA dan Penguatan Transportasi

15/03/2026
Leave A Reply Cancel Reply

Post Terbaru

Mendagri Tito Dorong Pemda Aktif Lindungi Anak di Ruang Digital, Program Masuk RPJMD hingga APBD

16/03/2026

Transaksi QRIS Selama BSI Fest Ramadhan 1447 H di Banda Aceh Capai Ratusan Juta Rupiah

16/03/2026

Mualem Lepas Program Mudik Gratis Aceh 2026, Ribuan Warga Diberangkatkan Menuju Kampung Halaman

16/03/2026

KPK: Kepala Daerah Tak Perlu Beri “THR Tambahan” ke Forkopimda, Negara Sudah Gelontorkan Rp55,1 Triliun

16/03/2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Highlights
Daerah

Kapolres Lhokseumawe Bangun Sumur Bor Masjid Syuhada Cot Plieng, Nyak Man: Bukti Kepedulian Nyata kepada Masyarakat

By Redaksi16/03/20260

ASPOST.ID- Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat kembali ditunjukkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan melalui bantuan pembangunan…

Kapolres Lhokseumawe Hadiri Buka Puasa Bersama KPA Wilayah Samudera Pasee di Masjid Syuhada Cot Plieng

16/03/2026

AS Tetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris di Tiga Negara Timur Tengah

15/03/2026

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Pemerintah Siapkan Strategi WFA dan Penguatan Transportasi

15/03/2026
Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo Demo
Tentang Kami
Tentang Kami

Aspost.id adalah portal berita online yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan wawasan yang mendalam dan fakta yang akurat kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi arus informasi yang begitu cepat dan beragam.

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.