Ternyata Ngerinya Dampak Omicron Sampai Bikin Jokowi Tahan Napas

ASPOST.ID- Presiden Joko Widodo mengungkapkan kengeriannya terhadap varian virus COVID-19 terbaru, Omicron. Menurutnya, varian baru ini perlu sangat diwaspadai, khususnya pada dampaknya ke pemulihan ekonomi.

Dia bilang angka-angka indikator pemulihan ekonomi sedang berada di level yang sangat baik dan memuaskan. Namun, ketika mendengar varian Omicron muncul, Jokowi mengaku sampai harus menghela napas saking ngerinya.

“Ini angkanya baik-baik. Ini sudah kita senang banget dengar angka-angka seperti ini. Tapi begitu mendengar Omicron… (terdiam sejenak sekitar 5 detik) Ya menahan napas sedikit,” ungkap Jokowi dalam kata pembukanya dalam Rapimnas Kadin, dikutip dari rekaman YouTube di akun Sekretariat Presiden, Minggu (5/12/2021).

Jokowi juga sempat menyebutkan angka-angka indikator pemulihan ekonomi yang dia sebut sudah baik. Dia mengatakan penerimaan pajak sampai saat ini sudah mencapai 77,5% naik 15,3% dari tahun lalu. Sementara itu nilai capaian PNBP telah mencapai 107% dari target.

“Saya baru saja meminta (data) kepada bu Menkeu, ini yang biasanya saya pakai saya lihat ekonomi kita ini seperti apa sih? Pajak sampai hari ini sudah masuk 77,5%. PNBP sudah masuk 107% sudah melebihi sudah,” papar Jokowi.

“Pajak dari minus 18,8% kini tumbuh 15,3%. PNBP tumbuh 25,2% 2021 tahun lalu minus 16%. Ini sudah sangat baik sekali,” lanjutnya.

Jokowi menegaskan jangan pernah berpikir pandemi sudah selesai. Meskipun memang saat ini kalau dilihat dari angka kasus harian COVID-19 sudah jauh lebih rendah dibandingkan pertengahan tahun lalu saat varian Delta meradang.

Apalagi saat ini varian Omicron membayangi Indonesia. Jokowi meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaannya. Dia menekankan varian baru virus ini sudah berada di Singapura, yang notabenenya sudah sangat dekat dengan tanah air.

“Ada 29 negara yang sudah kemasukan varian Omicron. Tadi informasi lagi Singapura sudah masuk negara paling dekat kita. Sekali lagi kita semua harus waspada dan hati-hati,” tegas Jokowi.

“Tapi jangan takut dan khawatir dengan amat sangat, tetap optimis bahwa ekonomi bisa bangkit di atas 5%,” ujarnya. (detik/aspost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here