ASPOST.ID- Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Lhokseumawe, Kompol Salmidin, S.E., M.M., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan nasional, khususnya di wilayah Aceh dan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Kompol Salmidin saat mewakili Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan dalam Apel Kesiapsiagaan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai yang digelar di Dermaga PSO Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe (eks Dermaga PT AAF), Kamis (22/1).

Menurutnya, apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting konsolidasi antarinstansi, seiring penataan organisasi Bea dan Cukai yang dilaksanakan pada 19 Desember 2025. Salah satu kebijakan strategis yang diambil pemerintah adalah relokasi Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai dari Batam ke Lhokseumawe.
Relokasi tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat respons terhadap potensi kejahatan maritim, mengingat wilayah perairan Aceh dan Sumatera Utara memiliki posisi strategis yang rawan terhadap aktivitas ilegal lintas negara.

“Relokasi PSO ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam menutup celah kejahatan lintas batas. Perairan Aceh tidak boleh dijadikan pintu masuk barang ilegal dalam bentuk apa pun,” tegas Kompol Salmidin.
Apel kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari strategi besar Bea dan Cukai dalam memperkuat sistem pengawasan maritim, terutama di kawasan Selat Malaka yang selama ini dikenal sebagai jalur perdagangan internasional sekaligus rawan terhadap penyelundupan dan peredaran barang terlarang.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti Wakapolres Lhokseumawe, unsur Forkopimda, Lanal Lhokseumawe, jajaran Bea dan Cukai, perwakilan BUMN, Kepala BNNK Lhokseumawe, serta instansi terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan patroli laut bersama menggunakan kapal operasional Bea dan Cukai yang kini resmi ditempatkan di Lhokseumawe. Patroli ini menjadi simbol kesiapan operasional sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga keamanan,ketertiban, dan kedaulatan perairan strategis Aceh. (red)


